cover
Contact Name
M. Khoirul Huda
Contact Email
alisnad65@gmail.com
Phone
+6281219039509
Journal Mail Official
alisnad65@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cipondoh Makmur Raya, RT.003/RW.009, Cipondoh Makmur, Kec. Cipondoh, Kota Tangerang, Banten 15148
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies
ISSN : 27750167     EISSN : 27753247     DOI : 10.51875/alisnad.v3i2
AL ISNAD includes studies of hadith interpretations from around the world, especially in textual and contextual studies. This research aims to gain new knowledge in tafsir al-hadith in Islam or gain development benefits such as the topics below: Studies of Sanad and Matan Hadith, Studies of Hadith Understanding, Hadith Thought, Interdisciplinary Studies of Hadith: Hadith and Science, Hadith and Digital Space, Hadith and Technology, Hadith and Pop Culture, Hadith and Politics, Hadith and Social Movements, Hadith and Extremism, Hadith and Peace Building, as well as Hadith and the Environment.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 61 Documents
ANALISA METODOLOGI KRITIK HADIS JALALUDDIN AS-SUYUTHI DALAM AL-LA’AALI AL-MASHNU’AH FI AL-AHADITS AL-MAUDHU’AJ Muzakki, Muhammad Asgar
AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Vol. 1 No. 1 (2020): AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.647 KB) | DOI: 10.51875/alisnad.v1i1.23

Abstract

Penelitian ini membahas tentang kriteria hadis maudhu’ menurut Jalaluddin as-Suyuthi dalam kitabnya al-La’aali al-Mashnu’ah fi al-Ahadits al-Maudhu’ah. Diutarakan oleh as-Suyuthi bahwa motivasi utamanya dalam menyusun kitab tersebut adalah, selain membangun kritiknya terhadap hadis-hadis palsu yang tersebar di kalangan umat Islam, juga meluruskan sebagian ‘tuduhan’ palsu terhadap beberapa hadis yang ia anggap keliru. Dengan demikian, dapat dikaji dari kitab al-La’aali; 1) kriteria hadis maudhu’ menurut as-Suyuthi dan 2) karakteristik as-Suyuthi sebagai seorang kritikus hadis. Jenis penelitian yang digunakan merupakan studi literature (library research) atau penelitian pustaka, yang semua datanya bersumber dari bahan-bahan tertulis yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan topik yang dibahas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kritik hadis, baik kritik sanad (an-Naqd al-Khariji) maupun kritik matan (an-Naqd ad-Dakhili). Adapun hadis-hadis yang menjadi sampel penelitian, dirujuk ke kitab aslinya dengan metode Takhrij al-Hadits. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria as-Suyuthi dalam menetapkan kepalsuan hadis dalam kitab al-La’aali dari segi sanad adalah; 1) perawi yang mengaku berdusta; 2) perawi yang mengaku secara implisit; 3) perawi yang dikenal sebagai pendusta; 4) perawi majhul; dan 5) perawi yang fanatik terhadap golongannya. Dan dari segi matan; 1) redaksi yang buruk; 2) memiliki makna yang rusak, tercakup di dalamnya bertentangan dengan al-Qur’an, as-Sunnah, realita dan akal sehat; 3) melebih-lebihkan pahala dan dosa terhadap amalan yang sepele; dan 4) tidak terdapat dalam kitab atau hafalan periwayat tsiqah. Penulis juga menyimpulkan bahwa as-Suyuthi termasuk ke dalam kategori mutasahil sebagai seorang kritikus hadis.
VALIDASI PEMAHAMAN ISHARI TERHADAP HADIS Nikmah, Shofiatun
AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Vol. 1 No. 1 (2020): AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.815 KB) | DOI: 10.51875/alisnad.v1i1.24

Abstract

Dalam sejarah perkembangan kajian hadis, interaksi antara hadis dan kaum sufi mendapatkan perhatian khusus. Kaum sufi melihat teks sebagai wahyu al-matlu yang teksnya memiliki dua sisi pembacaan. Hadis memiliki sisi zahir dan bathin yang isharah maknanya tidak dapat ditangkap oleh menusia secara umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana pendekatan ishari digunakan oleh kaum sufi dalam memahami hadis. Tulisan ini juga akan mengklarifikasi keabsahan pemahaman ishari dalam kajian hadis. Bagaimana kaidah yang telah ditetapkan para ulama agar tidak mengalami kontra-produktif antara pemaknaan zahir/denotatif dan batin/konotatif. Para ulama hadis menyadari bahwa makna batin (ishari) tidak dapat ditolak, karena pemahaman ini didapatkan melalui perjalanan suluk, mujahadah dan riyadhah yang tidak mudah. Tidak semua kaidah-kaidah validitas terhadap pemaknaan ishari atas hadis. Diantara kaidah yang telah ditetapkan para ulama antara lain: 1) Pemaknaan ishari tidak boleh bertentangan dengan makna zahir, karena pada hakikatnya makna batin memperluas makna zahir. 2) Makna ishari tidak bertentangan dengan dalil syariat yang lain. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah library research. Peneliti menggunakan literatur kepustakaan sebagai data dan analisa. Teknik content analysis dipilih sebagai teknik analisa dalam penelitian ini guna menjawab permasalahan yang dikaji.
HADITS KEUTAMAAN SURAT YASIIN DALAM TAFSIR AL-QURTHUBI Munawwar, Muhammad Awfa
AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Vol. 1 No. 1 (2020): AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.856 KB) | DOI: 10.51875/alisnad.v1i1.25

Abstract

Surat yasiin diantara surat populer dikalangan umat islam, ia sering dibaca di dalam berbagai kegiatan keagamaan, hal ini dikarenakan banyak riwayat yang menjelaskan keutamaan surat tersebut. Imam al-Qurthubi salah satu dari sekian banyak ulama yang menukilkan hal ini dalam karya mereka, ditemukan 9 hadits di dalam tafsir al-Qurthubi yang menjelaskan tentang keutamaan itu. Tafsir ini bercorak tafsir bilma’stur dengan menuliskan banyak riwayat dalam penafsiran. Untuk menghindari pengulangan pembahasan, penulis mencukupkan penilitian terhadap 3 hadits. Setelah dilakukan takhrij, ditemukan ketiga sanad hadits tersebut dhaif, namun kedhaifannya tidak sampai pada level maudhu’. Sedangkan sebagian besar matan hadits ini shahih dan boleh diamalkan karena berada dalam fadhail ‘amal.
PENYEBARAN (KITAB) HADIS DI TIONGKOK Huda, Muhamad Khoirul
AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Vol. 1 No. 1 (2020): AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.284 KB) | DOI: 10.51875/alisnad.v1i1.26

Abstract

Tujuan tulisan ini mensurvei perkembangan penyebaran (literatur) hadis di Tiongkok. Tiongkok memiliki sejarah panjang dalam kaitannya sebagai salah satu titik penyebaran agama Islam. Tiongkok telah menjadi rumah bagian jutaan Muslim. Kekuasaan politik telah silih berganti. Penulis melakukan survei literatur lalu menganalisisnya dengan menggunakan pendekatan historis. Melalui pendekatan ini, penulis menjelaskan fase-fase penyebaran (kitab) hadis di negeri tersebut. Setidaknya ditemukan tiga fase historis penyebaran (kitab) hadis di Tiongkok. Pertama, Era Kekaisaran. Era ini ditandai dengan pengutipan hadis dalam kaligrafi batu nisan. Era ini hadis belum ada yang diterjemahkan ke dalam bahasa China. Kedua, Era Republik Tiongkok. Muncul buku kumpulan hadis pilihan. Beberapa hadis yang memiliki muatan tema yang identik dikumpulkan lalu diterjemahkan ke dalam bahasa China. Ketiga, Era Republik Rakyat Tiongkok. Pada era ini, penyebaran kitab hadis berhenti. Setelah tahun 1976, yaitu era berakhirnya agenda Revolusi Kebudayaan, muncul karya kumpulan hadis pilihan. Lalu pada 1999, mulai ditemukan terjemah lengkap kitab hadis induk seperti kutub al-sittah, Muwatha’ dan Musnad Abi Hanifah. Era keterbukaan ini menandai fase penting tentang kebangkitan literatur Islam di Tiongkok.
TEKSTUAL DAN KONTEKSTUAL DALAM MEMAHAMI HADIS Zulfarizal, Zulfarizal
AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Vol. 1 No. 1 (2020): AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.394 KB) | DOI: 10.51875/alisnad.v1i1.27

Abstract

Bagian yang paling rumit dalam memahami hadis ialah segala sesuatu yang dinisbatkan kepada Rasulullah SAW, dalam segala altivitas belaiu seperti perkataan, perbuatan, dan segala keputusan/ketetapannnya dalam statusnya sebagai utusan Allah SWT., sehingga harus perlu kosentrasi yang tinggi untuk memahaminya. Karena ia rasul akhir zaman, berarti aturannya pun untuk sepanjang zaman, padahal kenyataannya dalam sejarah ia hidup pada waktu tertentu dan zaman tertentu pula. Maka sudah seharusnya pula memahami hadis, tidak hanya melalui pendekatan tekstual ansich apabila menginginkan agar hadis senantiasa berlaku sepanjang zaman dan dimanapun tempat (Salihun li Kulli Zaman wa li Kulli Makan), mengingat problem kehidupan dewasa ini semakin kompleks. Oleh karena itu, perlu dalam memahaminya dilakukan pendekatan secara kontekstual. Hal ini berarti, dalam memahami hadis atau sunnah dengan mengacu pada latar belakang, siatuasi dan kondisi serta kedudukannya ketika hadis atau sunnah tersebut disabdakan (qawliyah), ditetapkan (taqririyah), dilakukan atau disaksiskan (af’aliyah).
ANALISIS BERKURANGNYA IMAN DENGAN DOSA DAN MAKSIAT Syarifah, Bidayatus
AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Vol. 1 No. 1 (2020): AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.31 KB) | DOI: 10.51875/alisnad.v1i1.28

Abstract

Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengetahui tentang hadits-hadits tentang iman dan perbuatan maksiat orang yang beriman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan Analisis Isi, dengan tekhnik pengumpulan data menggunakan cara studi kepustakaan. Selama ini, banyak orang berasumsi bahwasannya iman itu terletak pada ranah teologi saja. Padahal disisi lain ranah individual dan sosiologi memiliki peranan penting sebagai wujud implementasi dari keimanan. Jika dikaji lebih dalam tentang al Qur’an dan Hadis, banyak sekali ayat-ayat maupun teks yang menyatakan bahwa iman itu erat kaitannya dengan amal dan akhlaq. Iman dapat bertambah, dan segala sesuatu yang bisa bertambah, tentu bisa juga berkurang. Bertambahnya keimanan seseorang terjadi ketika orang tersebut melakukan perbuatan-perbuatan shalih. Berkurangnya iman disebabkan adanya kemaksiatan yang dikerjakan dan ditinggalkannya amal shalih. Seorang mukmin berkurang imannya sejauh mana ia meninggalkan amal shalih atau ia melakukan kemaksiatan.
KONTRIBUSI SAHABAT PEREMPUAN DALAM PERIWAYATAN HADIS: Studi Kasus Peranan Zainab bint Jahsy dalam Periwayatan Hadis Adawiyah, I’adatul
AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Vol. 2 No. 1 (2021): Al Isnad: Journal of Indonesian Hadith Studies Journal
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.013 KB) | DOI: 10.51875/alisnad.v2i1.109

Abstract

Penelitian ini mengkaji subyektifitas perempuan dan kontribusinya di dunia periwayatan hadis terutama ummul mukminin Zainab bint Jahsy dalam Sunan al-arba’ah, Berkaitan dengan hadis yang diriwayatkan oleh Zainab dalam kitab Sunan al-Arba’ah, ada 7 hadis yang berbeda tema. 1 dalam kitab Sunan abi Daud, 2 dalam kitab Sunan al-Tirmidzi, 2 dalam kitab Sunan al-Nasa’i, dan 2 dalam kitab Sunan Ibn Majah. Dan dari ketujuh hadis tersebut dapat diklasifikasikan menjadi 3 tema. Pertama: iddah, kedua: thaharah yang mencakup wudhu dan istihadhah, ketiga: datangnya Ya’juj dan Ma’juj. Tidak terlalu banyak hadis yang diriwayatkan olehnya karena dua faktor. Pertama, ia merupakan Istri yang pertama kali wafat setelah wafatnya Rasulullah yaitu dengan jarak kira-kira 9 tahun. Kedua, masih banyaknya rujukan terhadap hadis nabi selain Zainab yaitu para sahabat utama dan istri-istri nabi lainnya. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kepustakaan (library research) dan bersifat deskriptif analitis. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah buku al-Muhadditsat; The Women Scholars in Islam, Biografi 35 Shahabiyah Nabi, kitab Sunan al-Arba’ah yaitu Sunan Abu Daud, Sunan al-Tirmidzi, Sunan al-Nasa’i dan Sunan Ibn Majah, kitab-kitab tarajum untuk menelusuri biografi perawi. Adapun sumber sekunder adalah literatur-literatur lainnya yang berupa kitab, buku, jurnal, majalah atau bentuk kepustakaan lainnya yang memuat tentang, hadis dan ilmu hadis, sejarah dan biografi.
KONTRIBUSI PENGKAJIAN HADIS DALAM PEMBENTUKAN TEKSTUALISME ISLAM Huda, M. Khoirul
AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Vol. 2 No. 1 (2021): Al Isnad: Journal of Indonesian Hadith Studies Journal
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.62 KB) | DOI: 10.51875/alisnad.v2i1.110

Abstract

Artikel ini menyoroti sejarah perkembangan pemahaman tekstual terhadap teks sumber ajaran Islam. Dengan melakukan survei literatur karya sarjana klasik dan modern, tulisan ini berupaya menjelaskan hubungan dan peran teks hadis dalam membentuk tradisi tekstualisme dalam kesarjanaan Muslim. Dalam upaya ini, ditemukan sejumlah hal. Pertama, pemahaman tekstual dalam tradisi keilmuan Islam telah eksis sejak ribuan tahun dan memiliki sejarah panjang. Keberadaannya dapat dilacak hingga era kenabian. Bahkan, ia telah muncul sebelum tradisi teks (baca: tulisan) muncul dalam kebudayaan Islam. Kedua, pengkajian terhadap hadis telah melahirkan berbagai genre literatur kitab hadis seperti maghazi, sirah nabawiyah, muwatha’, musnad, jami’, sunan, mu’jam dan lain sebagainya, di samping literatur yang kaya terkait ‘ulum al-hadith dan rijal al-hadith. Ketiga, kodifikasi hadis dan ilmu hadis memberikan pengaruh cukup kuat dalam tumbuhnya tradisi pemahaman tesktual terhadap teks-teks pokok Islam. Keempat, ada beragam jenis tekstualisme. Ada tekstualisme keras (wooden textualism) dan lunak (soft textualism), tekstualisme-literalis, tekstualisme mazhabis, dan tekstualisme sufistik. Kelima, generalisir terhadap seluruh pemahaman tekstual dalam kerangka negatif, seperti dikembangkan sebagian sarjana hermeneutika kontemporer, agaknya perlu ditinjau ulang.
METODOLOGI SYARAH HADIS NABI SAW: Telaah Kitab Fath Al-Bari’ Syarah Shahih Al-Bukhari Zulfarizal, Zulfarizal; Mardiyatul Ch, Alya
AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Vol. 2 No. 1 (2021): Al Isnad: Journal of Indonesian Hadith Studies Journal
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.163 KB) | DOI: 10.51875/alisnad.v2i1.111

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan metode syarah atau penjelasan hadis di kitab Shahih Bukhari yang di tulis oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani yang terdapat dalam kitabnya, yakni Fathul Bari’. Selanjutnya di deskripsikan juga terkait latar belakang penulisan, sistematika penulisan, metode penulisan, contoh syarah serta menyebutkan kelebihan dan kekuarangannya. Untuk menemukan metode syarah maka digunakan metode deskriptif kualitatif. Merupakan jenis penelitian pustaka yang data-data nya bersumber dari literatur berupa buku atau kitab. Hasil penelitian ini adalah metode syarah kitab Fathul Bari’ menggunakan 3 metode yakni, tahlili dengan menjelaskan secara rinci terkait hadis yang di syarah, metode muqaran dengan menyebutkan bandingan dari pendapat-pendapat para ulama dalam mensyarah hadis tersebut dan metode maudhu’i atau tematik sesuai dengan bab-bab fiqih dan di sesuaikan dengan urutan judul kitab yang ada di kitab Shahih Bukhari. Sistematika penulisan nya sesuai dengan urutan kitab Shahih Bukhari terdapat 97 kitab, 3220 juz dan 7523 hadits. Sedangkan latar belakang penulisan di dasari karena Ibnu Hajar Al-Asqolani merasa kitab shahih Bukhari ini sangat relevan dan memiliki kedudukan yang mulia. Akan tetapi belum ada yang mensyarah kitab ini secara sempurna. Kelebihan dari kitab ini salah satunya terdapat banyak pembahasan ilmiah yang jarang ditemui dalam syarah lainya dan kekurangan nya, beliau jarang memberikan pendapat nya terkait bidang aqidah kebanyakan mengutip dari para ulama lain nya.
REKONSTRUKSI HADIS DHA’IF: Studi Kasus Hadis Mursal dalam Kitab Shahih Muntadhira, Zeina
AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Vol. 2 No. 1 (2021): Al Isnad: Journal of Indonesian Hadith Studies Journal
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.404 KB) | DOI: 10.51875/alisnad.v2i1.112

Abstract

Penelitian ini berupaya mengidentifikasi hadis-hadis mursal yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Tirmidzi, serta mengkaji ulang pembagian dan jenis hadis dha’if yang sudah ditetapkan ulama hadis, sebagai bagian dari ikhtiyar untuk menetapkan posisi hadis mursal menjadi hadis yang dapat dihukumkan menjadi mursal shahih maupun mursal dha’if. Adapun hadis mursal yang dicantumkan Bukhari dalam shahihnya, ada yang merupakan syawahid dari hadis musnad lainnya, ada juga yang benar-benar merupakan hadis mursal yang ia riwayatkan melalui guru-gurunya. Sebab periwayatan hadis mursal ini adalah karena perawi mursil adalah seorang siqah jadi tidak dianggap sebagai cacat oleh Bukhari. Begitu juga dengan Tirmidzi, ada lebih dari tiga puluh hadis mursal yang diriwayatkan Tirmidzi dalam Sunan-nya. Seperti Bukhari, hadis mursal yang dicantumkan Tirmidzi ada yang merupakan syawahid dari hadis lainnya, ada juga yang memang periwayatan langsung Tirmidzi dari guru-gurunya. Sebagai bentuk kritik penulis terhadap hadis mursal yang diriwayatkan Bukhari dan Tirmidzi dalam Shahih mereka, penulis menawarkan aplikasi Mursal Shahih dan Mursal Dha’if pada hadis mursal sehingga memudahkan para penggiat hadis untuk mencari mana hadis mursal yang dapat diterima ke-hujjah-annya dan mana hadis mursal yang ditolak ke-hujjah-an nya karena satu alasan dan lainnya.