Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas butir soal secara empiris melalui tiga aspek utama, yaitu tingkat kesukaran, daya pembeda, dan efektivitas pengecoh (distraktor). Metode yang digunakan adalah kajian kepustakaan dengan pendekatan analitis-deskriptif berdasarkan teori pengukuran klasik. Hasil kajian menunjukkan bahwa tingkat kesukaran yang ideal berada pada rentang indeks 0,25 hingga 0,75; daya pembeda yang baik ditandai dengan nilai D di atas 0,30; dan pengecoh dianggap efektif apabila dipilih oleh minimal lima persen (5%) peserta tes. Ketiga aspek ini saling berkaitan dalam menentukan mutu instrumen evaluasi. Simpulan penelitian menegaskan bahwa analisis butir soal yang sistematis dan berkelanjutan merupakan keharusan bagi pendidik dalam menjamin kualitas penilaian hasil belajar yang valid, reliabel, dan mampu merepresentasikan kemampuan peserta didik secara akurat.
Copyrights © 2026