Keamanan struktur jembatan sangat bergantung pada kemampuan gelagar (girder) dalam menahan beban rencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapasitas lentur dan geser jembatan pelat baja girder bentang 24 meter berdasarkan SNI 1729:2020, serta mengkaji pengaruh konfigurasi stiffener pada area tumpuan menggunakan pendekatan numerik. Metode penelitian dilakukan melalui perbandingan antara perhitungan analitis secara manual dengan pemodelan numerik menggunakan perangkat lunak SAP2000 dan metode elemen hingga (Finite Element Method/FEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas lentur dan geser gelagar pelat baja berdasarkan analisis analitis memiliki kesesuaian yang sangat baik dengan hasil pemodelan SAP2000. Perbedaan nilai momen ultimit (Mu), momen nominal (Mn), dan gaya geser ultimit (Vu) antara kedua metode relatif kecil, sehingga struktur dinyatakan memenuhi kriteria kekuatan berdasarkan SNI 1729:2020. Selain itu, hasil analisis numerik menunjukkan bahwa konfigurasi jarak stiffener pada area bearing memberikan pengaruh signifikan terhadap performa mekanis struktur. Semakin rapat jarak stiffener, maka kekakuan struktur meningkat dan deformasi vertikal menurun. Hal ini ditunjukkan oleh penurunan lendutan maksimum dari 53,63 mm pada model tanpa stiffener menjadi 38,34 mm pada model dengan jarak stiffener 12,5 cm. Model dengan jarak stiffener 12,5 cm merupakan konfigurasi paling optimal karena menghasilkan deformasi terkecil dan mampu menurunkan tegangan Von Mises maksimum hingga 314,60 MPa, sehingga memberikan distribusi beban dan integritas struktural yang lebih baik pada area tumpuan.
Copyrights © 2026