Penelitian ini mengkaji proses pengembangan masyarakat pada kelompok usaha tani ubi kayu di Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Proses pengembangan masyarakat muncul sebagai respons atas perubahan mata pencaharian masyarakat dari budidaya padi menuju ubi kayu akibat keterbatasan irigasi, yang kemudian berkembang menjadi aktivitas agribisnis berbasis potensi lokal melalui pengolahan mocaf, tapioka, mie gluten free, hingga kemitraan bioplastik dengan PT Greenhope. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam terhadap petani, kelompok wanita tani, dan pihak perusahaan mitra. Analisis penelitian menggunakan perspektif pengembangan masyarakat Ife (2016) yang memandang pengembangan masyarakat sebagai proses multidimensional melalui delapan dimensi, yaitu survival development, environmental development, economic development, social development, political development, cultural development, spiritual development, dan personal development. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan masyarakat di Desa Cikarawang berlangsung secara partisipatif dan multidimensional melalui penguatan kapasitas masyarakat, pengembangan jejaring sosial dan ekonomi, peningkatan partisipasi kelompok, penguatan nilai kolektif, serta pengelolaan potensi lokal berbasis usaha tani ubi kayu. Proses tersebut tidak hanya mendorong peningkatan ekonomi masyarakat, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial, kemandirian komunitas, identitas budaya lokal, dan keberlanjutan lingkungan hingga mampu menjangkau pasar nasional maupun ekspor. Temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan masyarakat berbasis potensi lokal mampu menciptakan perubahan sosial dan ekonomi yang berlangsung secara holistik dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026