Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Nabi Adam a.s. dalam konstruksi awal peradaban manusia melalui kajian tafsir Al-Qur’an, khususnya berkaitan dengan konsep khalifah dan dimensi profetisme. Penelitian ini penting untuk memperjelas landasan teologis dan etis peradaban manusia dalam perspektif Islam, serta memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan gagasan peradaban profetik yang relevan dengan tantangan kemanusiaan kontemporer. Metodologi yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) dan pendekatan tafsir tematik (tafsir mawdlu‘i), yang dilengkapi dengan analisis komparatif terhadap pandangan mufasir klasik dan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nabi Adam a.s. tidak hanya diposisikan sebagai manusia pertama, tetapi juga sebagai khalifah dan nabi yang meletakkan fondasi ontologis, moral, dan spiritual bagi peradaban manusia. Konsep kekhalifahan meniscayakan tanggung jawab pengelolaan bumi berbasis ilmu pengetahuan, keadilan, dan ketaatan kepada wahyu, sementara dimensi profetisme menegaskan bahwa kemajuan peradaban sangat bergantung pada internalisasi nilai-nilai tauhid, penyucian jiwa, dan etika sosial. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa peradaban manusia dalam perspektif Al-Qur’an sejak awal bersifat profetik dan teosentris, sehingga pembangunan peradaban yang berkelanjutan mensyaratkan integrasi antara kemajuan material dan nilai-nilai spiritual yang diwariskan sejak masa Nabi Adam a.s.
Copyrights © 2026