Denie Ekaputra
Universitas PTIQ Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Nabi Adam A.S. dalam Konstruksi Awal Peradaban Manusia: Analisis Tafsir atas Konsep Khalifah dan Profetisme: The Role of Prophet Adam in the Early Construction of Human Civilization: A Tafsir Analysis of the Concepts of Khilafah and Prophetism Denie Ekaputra; Fadhel Latuapo
Mozaic: Islamic Studies Journal Vol. 5 No. 01 (2026)
Publisher : Pascasarjana UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/mozaic.v5i01.2589

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Nabi Adam a.s. dalam konstruksi awal peradaban manusia melalui kajian tafsir Al-Qur’an, khususnya berkaitan dengan konsep khalifah dan dimensi profetisme. Penelitian ini penting untuk memperjelas landasan teologis dan etis peradaban manusia dalam perspektif Islam, serta memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan gagasan peradaban profetik yang relevan dengan tantangan kemanusiaan kontemporer. Metodologi yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) dan pendekatan tafsir tematik (tafsir mawdlu‘i), yang dilengkapi dengan analisis komparatif terhadap pandangan mufasir klasik dan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nabi Adam a.s. tidak hanya diposisikan sebagai manusia pertama, tetapi juga sebagai khalifah dan nabi yang meletakkan fondasi ontologis, moral, dan spiritual bagi peradaban manusia. Konsep kekhalifahan meniscayakan tanggung jawab pengelolaan bumi berbasis ilmu pengetahuan, keadilan, dan ketaatan kepada wahyu, sementara dimensi profetisme menegaskan bahwa kemajuan peradaban sangat bergantung pada internalisasi nilai-nilai tauhid, penyucian jiwa, dan etika sosial. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa peradaban manusia dalam perspektif Al-Qur’an sejak awal bersifat profetik dan teosentris, sehingga pembangunan peradaban yang berkelanjutan mensyaratkan integrasi antara kemajuan material dan nilai-nilai spiritual yang diwariskan sejak masa Nabi Adam a.s.
Karakteristik Semantik Dalam Penafsiran Al-Qur’an; Kajian Tafsir Al-Tafsîr Al-Bayânî Li Al-Qur’an Al-Karîm Karya Binti Al-Syathi’ Denie Ekaputra; Fadhel Latuapo
AL-UKHWAH - JURNAL PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM Vol .4 No. 2 (Desember) 2025
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/jau.v4i2.6300

Abstract

Penafsiran Al-Qur’an merupakan disiplin keilmuan yang terus berkembang seiring dengan kebutuhan umat dalam memahami pesan-pesan ilahi secara kontekstual. Salah satu pendekatan yang menonjol dalam kajian tafsir kontemporer adalah pendekatan semantik, yang menekankan analisis makna kata dan relasinya dalam struktur bahasa Al-Qur’an. Artikel ini mengkaji karakteristik semantik dalam penafsiran Al-Qur’an melalui karya al-Tafsîr al-Bayânî li al-Qur’an al-Karîm karya Aisyah Abdurrahman Binti al-Syathi’. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap corak, metode, dan implikasi pendekatan semantik yang digunakan Binti al-Syathi’ dalam memahami ayat-ayat Al-Qur’an, khususnya pada surah-surah Juz ‘Amma. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), dengan menganalisis karya tafsir, buku-buku linguistik, serta literatur tafsir klasik dan kontemporer yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir Binti al-Syathi’ memiliki karakteristik semantik yang kuat, ditandai dengan penolakan sinonimitas mutlak dalam Al-Qur’an, penekanan pada makna etimologis dan fungsional lafaz, serta penggunaan pendekatan bayânî yang berorientasi sastra dan kebahasaan. Kesimpulannya, pendekatan semantik dalam al-Tafsîr al-Bayânî memberikan kontribusi penting dalam memperkaya khazanah tafsir Al-Qur’an dengan menghadirkan pemahaman makna yang lebih presisi, kontekstual, dan mendalam, sekaligus menegaskan relevansi kajian linguistik dalam studi Al-Qur’an kontemporer