Pendidikan jasmani adaptif adalah layanan yang krusial bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), tetapi penerapannya di lapangan, terutama dalam olahraga futsal di kawasan pascabencana seperti Kecamatan Palu Barat, mengalami berbagai kendala. Studi ini bertujuan menganalisis keperluan guru, mengidentifikasi kendala penerapan, serta mengeksplorasi strategi pengajaran guru dalam futsal adaptif. Studi ini mengaplikasikan pendekatan kualitatif melalui metode fenomenologi. Subjek penelitian terdiri dari empat guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) yang berasal dari tiga Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kecamatan Palu Barat. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi proses pembelajaran, dan kajian dokumentasi, lalu dianalisis dengan metode fenomenologi menurut Creswell. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa kebutuhan esensial guru meliputi aksesibilitas lapangan yang memadai, keberadaan gawang futsal, perlengkapan dasar, pelatihan praktis, dukungan organisasi, serta panduan yang mudah dipahami. Rintangan yang dihadapi muncul dari ukuran lapangan yang tidak memenuhi standar futsal, ketiadaan gawang futsal, beragamnya karakteristik peserta didik, pengalaman guru muda yang terbatas, dan cuaca yang ekstrem. Strategi yang diterapkan oleh guru mencakup pengurangan ukuran permainan (modifikasi lapangan), pembuatan gawang darurat menggunakan kursi, bambu, atau pipa paralon, penyesuaian aturan, penjadwalan inovatif, serta pembelajaran mandiri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketidaktersediaan gawang futsal dan ukuran lapangan yang kurang memadai tidak sepenuhnya menghambat pembelajaran futsal adaptif, karena kreativitas dan komitmen guru menjadi faktor kunci utama, dengan kebahagiaan siswa sebagai motivasi utama.
Copyrights © 2026