Film Abadi Nan Jaya merepresentasikan transformasi genre horor Indonesia menjadi ruang refleksi sosial tentang martabat manusia dalam situasi apokaliptik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi makna denotatif, menganalisis konotasi simbol altruisme, serta mengungkap mitos humanisme yang dikonstruksi melalui adegan pengorbanan tokoh Kenes. Fokus kajian diarahkan pada bagaimana kemanusiaan dipertahankan ketika naluri bertahan hidup berbenturan dengan tanggung jawab moral. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dalam paradigma konstruktivisme dengan metode analisis semiotika Roland Barthes. Unit analisis difokuskan pada adegan pengorbanan Kenes di area persawahan sebagai puncak konflik moral. Data primer diperoleh melalui teknik repetitive viewing dan dokumentasi visual, sedangkan data sekunder berasal dari literatur semiotika dan humanisme. Analisis dilakukan melalui tiga tahap signifikasi: denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen visual seperti luka gigitan zombi, pelukan rekonsiliatif, dan tindakan bunuh diri berfungsi sebagai tanda yang melampaui makna literal. Secara konotatif, adegan tersebut merepresentasikan keberanian etis, penerimaan sadar, dan altruisme. Pada tingkat mitos, film ini menaturalisasi ideologi humanisme berbasis kearifan lokal seperti nrimo dan ikhlas, yang menempatkan pengorbanan tanpa pamrih sebagai wujud tertinggi martabat manusia. Dehumanisasi dalam narasi tidak hanya hadir melalui wabah biologis, tetapi sebagai metafora atas ambisi kapitalistik dan egoisme absolut. Penelitian ini menegaskan bahwa dalam survival horror Indonesia, kemanusiaan ditentukan oleh pilihan etis yang melampaui insting bertahan hidup, sehingga martabat manusia tetap dapat dipertahankan di tengah kehancuran sosial.
Copyrights © 2026