Penelitian ini bertujuan mengetahui framing tvOne pada program Apa Kabar Indonesia Pagi mengenai upaya pemerintah dalam menanggulangi bencana alam di Sumatera pada berita “Sumatera jadi Daerah paling Terdampak Bencana Alam 2025”. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan analisis framing Zhongdang Pan & Gerald M. Kosicki. Objek penelitian ini adalah program Apa Kabar Indonesia Pagi tvOne pada lima berita mengenai Sumatera yang menjadi daerah paling terdampak bencana alam 2025 tanggal 6, 8, 14, 17, dan 30 Desember 2025. Kesimpulan penelitian menemukan bahwa tvOne pada Program Apa kabar Indonesia Pagi berita “Sumatera jadi Daerah paling Terdampak Bencana Alam 2025” mengarahkan pesan kepada publik yang cenderung menonjolkan tugas dan fungsi pemerintah yang belum sepenuhya bertanggung jawab dalam penanggulangan bencana. Nanum pemberitaan masih kurang menekankan pada aspek penanggulangan lanjut, aspek mitigasi, dan pencegahan bencana secara mendalam. Hal ini menunjukkan bahwa media lebih banyak membangun konstruksi realitas mengenai kondisi darurat dan respon pemerintah dibandingkan upaya jangka panjang dalam pengurangan risiko bencana. Dengan demikian, pemberitaan tersebut memperlihatkan bahwa penanggulangan bencana belum sepenuhnya optimal sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007, Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2021, dan Peraturan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2026, sehingga diperlukan peningkatan upaya mitigasi, kesiapsiagaan, serta koordinasi yang lebih efektif dalam menghadapi bencana di masa mendatang. This research aims to determine the framing of tvOne on the Apa Kabar Indonesia Pagi program regarding the government's efforts in overcoming natural disasters in Sumatra in the news "Sumatra is the Most Affected Area in 2025 Natural Disasters". This research method is qualitative with Zhongdang Pan & Gerald M. Kosicki framing analysis. The object of this research is the Apa Kabar Indonesia Pagi program on tvOne in five news about Sumatra which is the most affected area in 2025 natural disasters on December 6, 8, 14, 17, and 30, 2025. The conclusion of the study found that tvOne on the Apa Kabar Indonesia Pagi program news "Sumatra is the Most Affected Area in 2025 Natural Disasters" directs messages to the public that tend to highlight the duties and functions of the government that have not been fully responsible for disaster management. However, the news still does not emphasize the aspects of advanced management, mitigation aspects, and disaster prevention in depth. This shows that the media is more constructing reality regarding emergency conditions and government responses than long-term efforts in disaster risk reduction. Thus, the news shows that disaster management has not been fully optimal as mandated in Law Number 24 of 2007, Presidential Regulation of the Republic of Indonesia Number 75 of 2021, and Regulation of the National Disaster Management Agency of the Republic of Indonesia Number 1 of 2026, so that it is necessary to increase mitigation efforts, preparedness, and more effective coordination in facing disasters in the future.
Copyrights © 2026