Penelitian ini mengembangkan kurikulum PAI integratif berbasis blended learning untuk penguatan identitas keislaman moderat di MAN kota Mataram menggunakan model Research and Development Borg & Gall. Desain kurikulum mengintegrasikan 5 pilar wasathiyyah Islam Nusantara melalui komposisi optimal 60% tatap muka dan 40% daring via Google Classroom. Sampel terdiri dari 50 siswa kelas X-XI dan 5 guru PAI. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman identitas moderat dari skor 62,4 (pre-test) menjadi 85,7 (post-test) dengan gain score 0,73 (kategori tinggi, p<0,01). Validitas konten tinggi (Aiken's V pakar PAI=0,87; IT=0,82) dan penerimaan stakeholder luar biasa (guru 92%, siswa 94%). Fitur inovatif seperti badge wasathiyyah digital, video 360° ziarah virtual ulama moderat, dan matrix integratif PAI terbukti efektif. Penurunan persepsi radikalisme mencapai 78%. Kurikulum digital wasathiyyah feasible, valid, dan scalable untuk 34.000 madrasah Indonesia, mendukung Kurikulum Merdeka dan RPJMN Kemenag 2023-2027. Saran: replikasi nasional
Copyrights © 2026