Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika siswa antara yang menggunakan model pembelajaran konvensional dan model discovery learning di SMPN 21 Jakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen semu (quasi eksperimen). Subjek penelitian terdiri dari dua kelas yang masing-masing diberi perlakuan berbeda: satu kelas menggunakan model konvensional dan satu kelas lainnya menggunakan model discovery learning. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes hasil belajar, lembar observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua model pembelajaran. Rata-rata hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan model discovery learning meningkat secara signifikan sebesar 23%, sedangkan peningkatan pada model konvensional hanya sebesar 16%. Siswa pada kelompok discovery learning juga menunjukkan tingkat keterlibatan yang lebih tinggi, penguasaan konsep yang lebih baik, dan kemampuan problem-solving yang lebih unggul. Uji statistik dengan menggunakan uji-t menunjukkan nilai signifikansi 0,003 < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Temuan ini menunjukkan bahwa model discovery learning lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa dibandingkan model pembelajaran konvensional.
Copyrights © 2025