Berbagai keluhan menyangkut nasib madrasah di negara kita baru-baru ini bermunculan dalam suatu pergelaran seminar nasional tentang revitalisasi sumber daya masyarakat dalam upaya pengembangan madrasah. Seminar di Jakarta yang diselenggarakan oleh Indonesia Institute for Society Empowerment (Insep) itu dihadiri oleh peserta dari berbagai kalangan; baik dari birokrasi, praktisi, pakar, maupun pengamat pendidikan. Adapun salah satu keluhan menyangkut rendahnya mutu madrasah itu sendiri. Salah satu pem-bicara di dalam seminar menyatakan bahwa rendahnya kualitas guru telah mengakibatkan rendahnya mutu lulusan madrasah.       Apakah semua madrasah di Indonesia sekarang ini lulusannya bermutu rendah? Tentu saja tidak! Banyak madrasah kita, dalam hal ini Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) yang kualitas lulusannya cukup memadai.        Sekarang ini ada lulusan MI yang lebih "canggih" dibanding lulusan SD pada umumnya; ada pula lulusan MTs yang amat dipuji oleh masyarakat; bahkan ada pula beberapa lulusan MA yang kualitas lulusannya diakui oleh berbagai perguruan tinggi di dalam dan di luar negeri. Meski demikian harus diakui pula bahwa hal yang demikian ini sifatnya kasuistik; artinya tidak dapat diberlakukan pada madrasah-madrasah pada umumnya.        Sebaliknya, di masyarakat kita bahkan tidak jarang berkem-bang berita kurang sedap tentang banyak (kebanyakan?) madrasah di negara kita; dari kondisi fisiknya yang kurang bersih, kualitas gurunya yang dipertanyakan, sampai dengan mutu pendidikan yang melekat pada lembaga madrasah itu sendiri.
Copyrights © 2001