Usaha dalam proses pendidikan menuju jenjang selanjutnya disebut dengan masa transisi. Keberadaan masa transisi menjadi bagian penting dalam kesiapan sekolah untuk beradaptasi di sekolah dasar. Kesiapan sekolah diwujudkan melalui proses pemenuhan masa transisi yang optimal dengan memerhatikan adanya beberapa dimensi kesiapan sekolah anak, salah satunya adalah disiplin diri. Penelitian ini mengkaji tentang pengaruh self-regulated learning terhadap disiplin diri anak usia 5-6 tahun karena pelaksanaannya masih belum optimal. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain one group pre-test post-test. Subjek penelitian berjumlah 21 anak kelompok B di salah satu TK di Kecamatan Banjarsari. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan lembar instrumen behavioral checklist. Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji Shapiro Wilks dengan teknik paired sample t-test. Analisis data hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata post-test meningkat lebih signifikan sebesar 25.71 dibandingkan dengan nilai rata-rata pre-test yaitu 17.19. Hasil uji t memperoleh nilai signifikansi sebesar <0,001 <0,05 yang diartikan terdapat perbedaan signifikan antara data pre-test dan post-test. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, maka Ha diterima dan Ho ditolak. Dapat diartikan bahwa terdapat pengaruh self-regulated learning terhadap disiplin diri anak usia 5-6 tahun. Pendekatan self-regulated learning dapat dijadikan sebagai bahan referensi keilmuan mengembangkan disiplin diri anak dalam memaksimalkan masa transisi menuju tahapan selanjutnya.
Copyrights © 2025