Vera Sholeha
Sebelas Maret University

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH SELF REGULATED LEARNING TERHADAP DISIPLIN DIRI ANAK USIA 5-6 TAHUN Sarah Sausan Nafiah; Vera Sholeha
Kumara Cendekia Vol 13, No 2 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i2.100496

Abstract

Usaha dalam proses pendidikan menuju jenjang selanjutnya disebut dengan masa transisi. Keberadaan masa transisi menjadi bagian penting dalam kesiapan sekolah untuk beradaptasi di sekolah dasar. Kesiapan sekolah diwujudkan melalui proses pemenuhan masa transisi yang optimal dengan memerhatikan adanya beberapa dimensi kesiapan sekolah anak, salah satunya adalah disiplin diri. Penelitian ini mengkaji tentang pengaruh self-regulated learning terhadap disiplin diri anak usia 5-6 tahun karena pelaksanaannya masih belum optimal. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain one group pre-test post-test. Subjek penelitian berjumlah 21 anak kelompok B di salah satu TK di Kecamatan Banjarsari. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan lembar instrumen behavioral checklist. Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji Shapiro Wilks dengan teknik paired sample t-test. Analisis data hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata post-test meningkat lebih signifikan sebesar 25.71 dibandingkan dengan nilai rata-rata pre-test yaitu 17.19. Hasil uji t memperoleh nilai signifikansi sebesar <0,001 <0,05 yang diartikan terdapat perbedaan signifikan antara data pre-test dan post-test. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, maka Ha diterima dan Ho ditolak. Dapat diartikan bahwa terdapat pengaruh self-regulated learning terhadap disiplin diri anak usia 5-6 tahun. Pendekatan self-regulated learning dapat dijadikan sebagai bahan referensi keilmuan mengembangkan disiplin diri anak dalam memaksimalkan masa transisi menuju tahapan selanjutnya.
PENGARUH PERMAINAN UNPLUGGED CODING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KOMPUTASIONAL ANAK USIA 5-6 TAHUN Safa Abidah Karimah; Vera Sholeha
Kumara Cendekia Vol 13, No 4 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i4.100849

Abstract

Kemampuan berpikir komputasional merupakan keterampilan penting abad ke-21 yang perlu dikenalkan anak sejak dini. Salah satu metode efektif untuk mengembangkan kemampuan ini adalah permainan unplugged coding, yaitu pembelajaran konsep pemrograman tanpa perangkat digital melalui permainan yang interaktif dan menyenangkan. Penelitian ini menguji pengaruh permainan unplugged coding terhadap kemampuan berpikir komputasional anak usia 5-6 tahun pada salah satu TK di Boyolali. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest, data diperoleh dari tes pada anak usia 5-6 tahun yang dipilih dengan teknik probability sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes unjuk kerja, dengan validitas isi dan konstruksi. Analisis data menggunakan teknik analisis data statistik parametrik dengan uji prasyarat analisis yaitu uji normalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum treatment, kemampuan berpikir komputasional anak masih rendah. Setelah diberikan treatment berupa permainan unplugged coding seperti coding station dan tic-tac-toe, terjadi peningkatan signifikan. Uji statistik menunjukkan perbedaan signifikan antara pre-test dan post-test dengan nilai signifikansi <0,001 (?<0,05). Rata-rata hasil pre-test 14,96 meningkat menjadi 21,46 pada post-test, yang menunjukkan terdapat peningkatan kemampuan berpikir komputasional setelah treatment. Sehingga, permainan unplugged coding terbukti memberikan pengaruh positif. Oleh karena itu, metode ini disarankan untuk diterapkan lebih luas dalam pembelajaran guna mengembangkan keterampilan berpikir komputasional anak secara optimal
PENGARUH TEAM GAMES TOURNAMENT TERHADAP PERILAKU PROSOSIAL PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN Sagita Sari; Vera Sholeha
Kumara Cendekia Vol 13, No 4 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i4.102232

Abstract

Perilaku prososial menjadi pondasi yang penting pada masa anak usia dini dalam menjalin interaksi dengan orang lain. Penerapan model pembelajaran yang kurang efektif dapat menjadi salah satu penyebab kurang optimalnya perilaku prososial pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh team games tournament terhadap perilaku prososial pada anak usia 4-5 tahun. Penelitian menggunakan metode kuantitatif pre-experimental design. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan sampling jenuh. Populasi dan sampel berjumlah sama yaitu 14 anak. Teknik pengumpulan data dengan behaviour checklist. Hasil rata-rata pretest sebesar 3,07, sedangkan posttest 8,21. Hasil uji hipotesis dengan nilai signifikansi sebesar 0,001, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kondisi sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Dasar pengambilan keputusan p < 0,05, hasil tersebut menandakan terdapat pengaruh team games tournament terhadap perilaku prososial pada anak usia 4-5 tahun. Penelitian ini memberikan bukti model pembelajaran Team Games Tournament dapat menjadi model pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan perilaku prososial pada anak usia 4-5 tahun.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG AWAL ANAK USIA 4-5 TAHUN MELALUI MEDIA BALOK Windy Naftalia Sutantiyo; Upik Elok Endang Rasmani; Vera Sholeha
Early Childhood Education and Development Journal Vol 7, No 2 (2025): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v7i2.101561

Abstract

Penelitian ini membahas tentang meningkatkan kemampuan berhitung awal anak usia 4-5 tahun melalui media balok. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan berhitung awal anak usia 4-5 tahun pada salah satu TK di Kelurahan Kerten. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan penelitian tindakan kelas, dengan subjek penelitian adalah anak usia 4-5 tahun atau setara dengan kelompok A sejumlah 15 anak, yang terdiri dari 10 anak laki-laki dan 5 anak perempuan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah melalui observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah dengan teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil pengamatan dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 80% dari sejumlah anak di dalam kelas atau setara dengan 12 anak mendapatkan nilai tuntas. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa melalui media balok mampu meningkatkan kemampuan berhitung awal anak usai 4-5 tahun. Berdasarkan hasil penelitian, direkomendasikan untuk guru anak usia dini dan penelitian selanjutnya agar menggunakan media konkret, seperti balok, secara sistematis dan berkelanjutan dalam proses pembelajaran berhitung awal. Pendekatan ini dapat menjadi strategi yang efektif dalam mendukung perkembangan kognitif anak, khususnya dalam meningkatkan kemampuan berhitung awal anak usia dini.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KERJA SAMA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAME TOURNAMENT Margaretha Jessica Winda Setiawan; Anayanti Rahmawati; Vera Sholeha
Early Childhood Education and Development Journal Vol 6, No 2 (2024): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v6i2.106696

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan kerja sama kelompok B di TK Kristen Kerten Surakarta melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe team game tournament. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan pendekatan data kuantitatif dan kualitatif. Subjek penelitian adalah anak kelas B TK Kristen Kerten yang berjumlah 20 anak yang terdiri dari 10 anak perempuan dan 10 anak laki-laki. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Validitas data yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan model siklus Kemmis dan Taggart melalui empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi yang dilakukan selama dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe team game tournament dapat meningkatkan kemampuan kerja sama. dibuktikan bahwa peningkatan presentase ketuntasan kemampuan kerja sama pada pratindakan dari total populasi sebanyak 4 anak atau 20%, kemudian pada siklus I dari total populasi yaitu 10 anak atau 50%, dan pada siklus II dari total populasi yaitu sebanyak 19 anak atau 95%.