Anak usia dini sangat mudah terpengaruh oleh media, termasuk animasi luar negeri, yang dapat membentuk pola komunikasi mereka. Penelitian ini membahas pengaruh bahasa ibu dan bahasa Melayu Malaysia, khususnya melalui kartun Upin & Ipin, terhadap pemerolehan bahasa anak. Fokus penelitian ini adalah bagaimana anak-anak usia 5-8 tahun meniru kosakata, logat, dan pola komunikasi dari tayangan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan analisis ujaran anak dalam kehidupan sehari-hari. Data dianalisis melalui proses transkripsi percakapan untuk mengidentifikasi percampuran kosakata bahasa Indonesia, bahasa ibu, dan bahasa Melayu Malaysia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak cenderung mencampurkan ketiga bahasa tersebut dalam percakapan sehari-hari. Faktor utama yang memengaruhi fenomena ini adalah intensitas menonton kartun Upin & Ipin, lingkungan sosial, serta keterlibatan orang tua dalam mengawasi konsumsi media. Temuan ini menunjukkan bahwa media animasi berperan besar dalam pembentukan pola bahasa anak.
Copyrights © 2025