Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh metode game-based learning terhadap kemampuan pemecahan masalah anak usia 5-6 tahun. Kemampuan pemecahan masalah merupakan aspek penting dalam perkembangan kognitif anak yang perlu distimulasi sejak usia dini. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Pre-Experiment Designs dengan model One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian berjumlah 17 anak usia 5-6 tahun , dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode nonprobability (sampling jenuh). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, wawancara, serta tes pretest dan posttest. Setiap indikator menunjukkan peningkatan, yaitu: memahami masalah meningkat dari 1,94 menjadi 2,64, membuat rencana dari 1,47 menjadi 2,00, melaksanakan rencana dari 1,29 menjadi 2,06, dan melihat kembali dari 1,17 menjadi 2,06. Indikator dengan nilai tertinggi pada posttest adalah memahami masalah (88%), sementara nilai terendah saat pretest terdapat pada indikator melihat kembali (39%). Uji paired sample t-test menunjukkan signifikansi 0,000 (p < 0,05), menandakan adanya pengaruh yang signifikan. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa metode game-based learning efektif meningkatkan kemampuan pemecahan masalah anak usia 5-6
Copyrights © 2025