Teori multiple intelligences meyakini bahwa manusia memiliki satu dari beberapa kecerdasan majemuk. Kecerdasan pada diri manusia tidak hanya terdiri dari kemampuan IQ (intelligence quotient) dan logika (matematika) saja. Multiple intelligences menyatakan adanya sembilan macam kecerdasan yang dimiliki oleh setiap orang. Perbedaan kecerdasan antara yang satu dengan yang lainnya terletak pada komposisi atau dominasi dari kecerdasan tersebut. Penerapan pembelajaran berbasis multiple intelligences digunakan sebagai strategi pembelajaran. Namun, dalam penerapannya di lapangan masih menuai banyak kesalahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan pembelajaran berbasis multiple intelligences dalam perspektif salah satu tokoh pendidikan, Munif Chatib, di TK Lazuardi Kamila GIS Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode evaluasi program dengan pendekatan CIPP (Context, Input, Process, Product). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa anak tidak dapat menemukan kecenderungan gaya belajar dan kecenderungan kecerdasan majemuk mereka. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada perbedaan penerapan pembelajaran berbasis multiple intelligences menurut teori Munif Chatib dengan penerapan pembelajaran di TK Lazuardi Kamila GIS Surakarta. Adanya perbedaan tersebut dikarenakan sekolah menyesuaikan dengan prinsip, visi, misi, dan tujuan sekolah
Copyrights © 2024