Pada jaman Belanda dulu apabila kita mendengar istilah pensiun maka interpretasi kita akan lari kepada seorang yang berusia lewat setengah baya bekas ambtenaar, duduk di kursi goyang, memakai kaca-mata "putih dengan memegang sebuah buku ditangan kanannya. Tidak ketinggalan, disampingnya terdapat meja "pendek" lengkap dengan kopi manisnya.       Itulah gambaran kenikmatan orang yang telah pensiun pada waktu itu. Orang yang mulai pensiun berarti orang yang mulai merasakan hidup nikmat, atau orang yang membuka "tabungan". Seolah-olah segala jerih payah dan kepahitan hidup telah diselesaikannya dengan sempurna.       Sekarang, terutama dari dimensi ekonomis material, keadaan tersebut terasa telah berubah hampir 180 derajad.       Seorang yang mulai menjalani masa pensiun dapat dikatakan mulai membuka hidup prihatin (tentu tidak untuk semua orang). Dengan penghasilan yang menjadi sangat pas-pasan, untuk tidak dikatakan kurang, disertai vareasi berbagai tanggungan maka lengkaplah keprihatinan hidup. Hal ini barangkali sangat terasa bagi para "pensiunan" guru yang biasanya dulu kurang sempat "menabung".
Copyrights © 1985