ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
1994: HARIAN SUARA PEMBARUAN

ASPEK PSIKOLOGIS PERANAN WANITA DALAM PROSES PENDIDIKAN

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
02 Jun 2010

Abstract

       Bagi bangsa Indonesia nama Kartini adalah identik dengan emansipasi sebagaimana nama Soekarno yang identik dengan kemerdekaan dan nama Soeharto yang identik dengan pembangunan.  Emansipasi (wanita) itu sendiri pada hake-katnya merupakan penghormatan terhadap kaum wanita untuk mendudukkan dirinya  sejajar dengan pria,  "berdiri sama tinggi, duduk sama rendah".          Meski di berbagai belahan dunia ini banyak wanita yang "dijajah" oleh kaum prianya  akan tetapi sebenarnya penghormatan terhadap kaum hawa sudah dilaksanakan jauh hari sebelum emansipasi berlangsung.  Munculnya mitos di Yunani mengenai dewa-dewa wanita yang sangat diagungkan, misalnya saja Dewi Fortuna, Dewi Minerva, Dewi Venus dsb menandakan sedemikian dihormatinya kaum wanita. Di dalam kebudayaan Mesir kuno terdapat "Tuhan-Tuhan" wanita; di Cina kita mengenal Dewi Kuan Him; dan di Indonesia, khu-susnya di Jawa, kita mengenal Dewi Sri (Dewi Kesuburan). Secara langsung  maupun tak langsung hal itu menyiratkan adanya penghormatan terhadap wanita.          Seorang negarawan dan religis dari India, Mahatma Gandhi, bahkan pernah menyatakan "woman is the mother of man". Wanita adalah ibunya kaum pria; demikian kira-kira terjemahan bebas atas kalimat tersebut. Apa yang dinyata kan Gandhi ini mengandung makna yang cukup dalam; yaitu sebegitu tingginya penghargaan beliau terhadap wanita.

Copyrights © 1994