Kebijakan zonasi layanan pendidikan membuat fasilitas pendidikan lebih dekat dan lebih mudah dijangkau dengan moda transportasi tidak bermotor. Kurangnya ketertarikan siswa yang berjalan atau bersepeda disebabkan persoalan akses fisik ke fasilitas, aktivitas, dan eksplorasi yang tidak aman di sepanjang jalur antara rumah dan sekolah. Penelitian ini bertujuan mengetahui elemen dan strategi perancangan yang dapat digunakan untuk koridor jalan ramah anak pada Kawasan Perkotaan Sungguminasa. Berkembangnya permukiman dan semakin banyaknya fasilitas pendidikan pada wilayah ini dibarengi dengan belum adanya perancangan koridor pada wilayah kajian yang ramah terhadap anak. Metode analisis yang digunakan adalah metode evaluatif yang membandingkan data hasil observasi dengan standar atau kriteria yang digunakan berdasarkan kajian literatur koridor jalan ramah anak. Dalam proses observasi, dilakukan pula analisis GIS terhadap rute origin dan destination anak-anak. Sesuai dengan hasil analisis GIS, terdapat 7 koridor jalan yang prioritas untuk dirancang dalam wilayah studi. Hasil analisis keseluruhan menghasilkan 26 elemen dan 16 strategi perancangan yang diperlukan untuk merealisasikan koridor jalan ramah anak pada kawasan studi.
Copyrights © 2025