Bernyanyi dalam pembelajaran musik sekolah dasar sering dipahami sebagai aktivitas vokal yang menekankan hafalan lirik, ketepatan nada, tempo, dan hasil penampilan. Padahal, pengalaman bernyanyi juga berkaitan dengan pembentukan keyakinan diri siswa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran pengalaman bernyanyi dalam membangun keyakinan diri siswa pada pembelajaran musik sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Informan utama adalah sembilan siswa kelas V, sedangkan informan pendukung adalah satu guru seni musik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Colaizzi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keyakinan diri siswa dibangun secara bertahap melalui pengalaman menyiapkan diri sebelum tampil, menggunakan cara pribadi untuk mengatasi kesulitan, mencari bantuan dan dukungan, merasa mampu setelah menguasai lagu, serta mengalami kegoyahan keyakinan ketika lirik atau nada belum dikuasai. Rangkaian pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa keyakinan diri siswa tidak muncul secara tiba-tiba, tetapi berkembang melalui kesiapan, usaha menghadapi hambatan, dukungan lingkungan, dan pengalaman berhasil dalam kegiatan bernyanyi. Penelitian ini mengimplikasikan bahwa pembelajaran bernyanyi perlu dirancang secara aman, suportif, dan bertahap agar siswa dapat membangun keyakinan terhadap kemampuan dirinya.
Copyrights © 2026