Pembelajaran IPAS pada sekolah dasar menuntut kemampuan memahami konsep ruang yang bersifat abstrak, seperti peta dan hubungan antar objek, namun kemampuan spasial peserta didik masih tergolong rendah akibat minimnya penggunaan media pembelajaran konkret. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan media diorama dalam meningkatkan kemampuan spasial peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) dan desain nonequivalent control group design. Sampel penelitian berjumlah 37 peserta didik yang terdiri dari 23 peserta didik kelas eksperimen dan 14 peserta didik kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan tes kemampuan spasial berupa pretest dan posttest. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji homogenitas, uji keseimbangan, serta uji hipotesis Independent Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest kelas eksperimen sebesar 84,70 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 78,07, dengan nilai signifikansi 0,034 < 0,05 yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa media diorama efektif digunakan untuk membantu peserta didik memahami konsep ruang secara konkret dan meningkatkan kemampuan spasial. Oleh karena itu, media diorama dapat dijadikan sebagai alternatif media pembelajaran yang inovatif dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar.
Copyrights © 2026