Penelitian ini berangkat dari urgensi pengembangan kemampuan berpikir kritis pada peserta didik, terutama kemampuan menganalisis dalam pembelajaran IPAS materi ekosistem. Salah satu masalah yang dihadapi adalah bahwa hasil belajar peserta didik belum optimal, yang diperkirakan dipengaruhi oleh faktor internal, yakni gaya belajar serta kemampuan menganalisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keterkaitan antara gaya belajar dan hasil belajar IPAS, serta hubungan antara keduanya dengan hasil belajar secara bersamaan. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif, metode korelasional, dan desain analisis korelasi berganda. Sampel penelitian berjumlah 119 peserta didik kelas V sekolah dasar. Teknik pengumpulan data menggunakan tes untuk mengukur kemampuan menganalisis dan hasil belajar, serta angket untuk mengukur gaya belajar. Analisis data dilakukan melalui uji prasyarat, uji korelasi Pearson, dan uji korelasi ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara gaya belajar dengan hasil belajar IPAS dengan nilai r = 0,234 (p < 0,05), terdapat hubungan positif dan signifikan antara kemampuan menganalisis dengan hasil belajar IPAS dengan nilai r = 0,721 (p < 0,05), serta terdapat hubungan positif dan signifikan secara simultan antara gaya belajar dan kemampuan menganalisis dengan hasil belajar IPAS dengan nilai R = 0,728 dan kontribusi sebesar 53%. Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan menganalisis memiliki peran lebih dominan dibandingkan gaya belajar dalam meningkatkan hasil belajar IPAS.
Copyrights © 2000