Geguritan adalah warisan budaya Indonesia yang kini mulai terlupakan akibat percepatan modernisasi. Tidak hanya terbatas pada karya seni yang menikmati keindahannya, geguritan juga merupakan bahan pembelajaran bagi siswa. Proses penulisan geguritan tidak dapat dipisahkan dari kemampuan berpikir kritis, seperti dalam menuangkan ide, memilih kata-kata, menggunakan tata bahasa yang benar, dan sebagainya. Proses ini tentu tidak mudah bagi siswa, sehingga diperlukan penelitian untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis mereka dan kesulitan yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan dua teknik pengumpulan data, yaitu studi dokumentasi dan wawancara. Data yang dihasilkan dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dan diuji validitasnya melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV A SD Negeri Dukuhan Kerten Surakarta masih perlu dikembangkan, karena ada aspek yang belum tercapai secara optimal oleh siswa karena terkendala oleh keterbatasan kosakata. Oleh karena itu, sekolah diimbau untuk menyelenggarakan program untuk mendukung peningkatan kosakata Jawa siswa.
Copyrights © 2025