Kampung Iklim Gajah Putih Karangasem berbatasan langsung dengan Sungai Gajah Putih yang sempat berada dalam status tercemar sedang jika mengacu pada data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta. Pencemaran ini disebabkan oleh limbah rumah tangga yang dipicu oleh adanya Tempat Penampungan Sementara (TPS) samapah Baturan yang terletak tepat di sebelah Sungai Gajah Putih. Pencemaran tersebut berdampak hingga ke permukiman warga karena bau yang menyengat dan imbas asap pembakaran sampah. Telah dilakukan berbagai upaya untuk mengendalikan kualitas sungai, yang juga didorong oleh adanya Program Kampung Iklim di Kampung Gajah Putih. Program Kampung Iklim membutuhkan partisipasi dari masyarakat dalam pelaksanaannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja upaya konservasi sungai yang telah dilakukan di Kampung Gajah Putih serta untuk mengetahui bagaimana peran dan partisipasi masyarakat dalam mendukung dan melaksanakan upaya konservasi sungai tersebut. Metode penelitian adalah kuantitatif dengan teknik analisis statistika deskriptif. Data diperoleh melalui observasi lapangan, kuesioner, dan wawancara terstruktur kepada masyarakat dan pemangku kepentingan yang terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya konservasi sungai yang telah dilaksanakan memunculkan banyak manfaat dan dampak positif bagi masyarakat. Selain itu, diketahui pula bahwa faktor kesadaran masyarakat, partisipasi dari seluruh pemangku kepentingan, dan peran aktor lokal sangat penting dalam keberhasilan dan keberlanjutan kegiatan upaya konservasi sungai pada Kampung Iklim Gajah Putih.
Copyrights © 2025