Tinjauan literatur ini membahas dampak pertumbuhan teknologi informasi dan media sosial terhadap perilaku Generasi Z (Gen-Z) dalam mengonsumsi dan menyebarkan informasi, khususnya terkait berita disinformasi di platform media sosial. Fokusnya adalah pada pengaruh literasi informasi terhadap kemampuan analisis kritis Gen-Z dalam menilai keabsahan berita. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki perilaku informasi dan strategi melawan disinformasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif terhadap literatur yang relevan. Temuan menunjukkan bahwa meskipun Gen-Z cenderung terhubung erat dengan media sosial dan memiliki kemampuan kritis dalam memilah informasi, mereka juga rentan terhadap penyebaran berita palsu. Strategi pendidikan literasi digital yang terfokus dan kolaboratif menjadi penting dalam membangun ketahanan terhadap informasi palsu di kalangan Gen-Z. Kemampuan analisis media sosial dan pemahaman terhadap dinamika berita disinformasi diperlukan untuk memerangi penyebaran informasi palsu.
Copyrights © 2024