Sekolah Desa Kopeng, Kabupaten Semarang, memiliki lahan pertanian yang sebagian besar digunakan untuk budidaya hortikultura. Namun, sektor ini masih menghadapi berbagai kendala yang menghambat optimalisasi pertanian. Permasalahan tersebut dibagi menjadi dua aspek, yaitu aspek produksi dan manajemen. Permasalahan pada aspek produksi antara lain: Minimnya fasilitas pascapanen yang sesuai dengan standar pemasaran modern; Keterbatasan sarana produksi untuk diversifikasi produk olahan; dan Keterbatasan Keterampilan dalam Pengolahan Produk. Pada aspek manajemen, permasalahan yang terjadi adalah Kurangnya pemahaman mengenai standar mutu dan sertifikasi produk; Minimnya keterampilan dalam manajemen produksi dan pemasaran; Kurangnya keterampilan dalam pengolahan produk dan inovasi diversifikasi; dan Kelembagaan petani atau kelompok usaha tani masih lemah dalam hal struktur organisasi dan tata kelola. Solusi yang ditawarkan adalah: 1) Teknologi Tepat Guna (TTG), 2) Diversifikasi olahan produk. 3) Pelatihan dan pemberdayaan masyarakat cara membuat keripik yang lebih baik, 4) Peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM, 5) Pendampingan manajemen kelembagaan, dan 6) Sertifikasi Produk. Metode pelaksanaan kegiatan adalah dengan 1) Sosialisasi, 2) Pelatihan, 3) Pendampingan dan Evaluasi, dan 4) Keberlanjutan Program. Kata kunci: Kopeng; Pelatihan; Pertanian Sayur; Produk Unggulan; TTG
Copyrights © 2026