Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGUATAN LITERASI DIGITAL GURU MADRASAH DINIYAH AL-MUTAAL KABUPATEN BOJONEGORO MELALUI TEKNOLOGI PEMBELAJARAN Yuni Rahmawati; Sujito; Hary Suswanto; Aya Shofia Mufti; Qodamu Shidqi; Tito Al Afrin Uwais
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 7 No. 1 (2026): Volume 7 Nomor 1 Edisi April 2026
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v7i1.450

Abstract

Pentingnya kualitas guru madrasah diniyah dengan penguatan literasi digital. Yang diakibatkan belum optimalnya pengembangan potensi tenaga pendidik dan sulitnya akses pelatihan dan pengembangan diri serta kurangnya sarana pendukung berbasis teknologi, sehingga perlunya serangkaian kegiatan yang berkelanjutan yang dibuat untuk memberikan penguatan kualitas melalui workshop literasi digital guna membekali para guru madrasah dengan kemampuan dasar teknologi dan dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan konten digital interaktif untuk meningkatkan minat belajar siswa. Dengan metode ini guru tidak hanya mampu menggunakan teknologi tetapi juga menjadi fasilitator yang inovatif dan adaptif. Dengan demikian madrasah diniyah dapat memberikan pembelajaran yang relevan dan berkualitas diera komputer dan internet.
Optimalisasi Sektor Pertanian Sayur sebagai Produk Unggulan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat di Desa Kopeng, Kabupaten Semarang Bara Yudhistira; Dimas Rahadian Aji Muhammad; R Benny Riyanto; Hary Suswanto; Dian Rizqi Novitasari; Cantika Aurellia Azarine; Putri Wulan Ramadhani; Sechatabina Shahia Majida; Xaviera Angelica Gultom; Widya Hary Cahyati; Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 15, No 1 (2026): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v15i1.110509

Abstract

Sekolah Desa Kopeng, Kabupaten Semarang, memiliki lahan pertanian yang sebagian besar digunakan untuk budidaya hortikultura. Namun, sektor ini masih menghadapi berbagai kendala yang menghambat optimalisasi pertanian. Permasalahan tersebut dibagi menjadi dua aspek, yaitu aspek produksi dan manajemen. Permasalahan pada aspek produksi antara lain: Minimnya fasilitas pascapanen yang sesuai dengan standar pemasaran modern; Keterbatasan sarana produksi untuk diversifikasi produk olahan; dan Keterbatasan Keterampilan dalam Pengolahan Produk. Pada aspek manajemen, permasalahan yang terjadi adalah Kurangnya pemahaman mengenai standar mutu dan sertifikasi produk; Minimnya keterampilan dalam manajemen produksi dan pemasaran; Kurangnya keterampilan dalam pengolahan produk dan inovasi diversifikasi; dan Kelembagaan petani atau kelompok usaha tani masih lemah dalam hal struktur organisasi dan tata kelola. Solusi yang ditawarkan adalah: 1) Teknologi Tepat Guna (TTG), 2) Diversifikasi olahan produk. 3) Pelatihan dan pemberdayaan masyarakat cara membuat keripik yang lebih baik, 4) Peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM, 5) Pendampingan manajemen kelembagaan, dan 6) Sertifikasi Produk. Metode pelaksanaan kegiatan adalah dengan 1) Sosialisasi, 2) Pelatihan, 3) Pendampingan dan Evaluasi, dan 4) Keberlanjutan Program. Kata kunci: Kopeng; Pelatihan; Pertanian Sayur; Produk Unggulan; TTG