Gamelan Ethnic Music Festival (GEMFest) 2025 menghadapi tantangan dalam mengembangkan pesan budaya yang konsisten dan relevan bagi audiens muda di media digital. Kegiatan ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem identitas visual GEMFest 2025 berbasis pendekatan design thinking sekaligus memperkuat kapasitas komunikasi visual penyelenggara festival. Metode pelaksanaan meliputi tahapan empati, perumusan masalah, eksplorasi ide, perancangan, implementasi, dan evaluasi melalui proses pendampingan partisipatif yang melibatkan mitra sebagai co-creator. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem identitas visual yang dihasilkan mampu meningkatkan konsistensi komunikasi visual serta memperluas visibilitas budaya gamelan di media sosial, sebagaimana ditunjukkan oleh statistik penonton dan jangkauan audiens. Selain menghasilkan luaran visual, kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan literasi visual dan pemahaman strategis mitra dalam mengelola komunikasi budaya secara lebih terstruktur. Dengan demikian, desain komunikasi visual berperan sebagai sarana penguatan kapasitas komunitas budaya dalam merepresentasikan nilai tradisional secara adaptif di era digital. Kata kunci: Design Thinking; Festival Budaya; Gamelan; Identitas Visual; Music Ethnic.
Copyrights © 2026