Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Perancangan Desain UI/UX Aplikasi Candi BumiAyu Sebagai Media Promosi Sartika; Anung Rachman; Ipung Kurniawan Yunianto
Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual Vol 8 No 1 (2023): Journal of Computer Science and Visual Communication Design
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/jikdiskomvis.v8i1.599

Abstract

With the development of technology, a tourist spot can now not only be visited in person but also virtually. In addition, technology can also be used as an effective and creative medium for product promotion. The most visible technology is gadgets. A gadget certainly requires an application or software in it. Based on the results of observations, the community still does not know and understand the tourist attractions of the Bumiayu Temple which is located in Penukal Abab Lematang Ilir, South Sumatra. Thus, this design aims to develop and design the UI/UX design for the Bumiayu Temple Application as a medium that can be applied to the Bumiayu Temple. This research uses a human-centered or human-centric design approach to solve problems and present innovations, namely Design Thinking. Design thinking is carried out through 5 stages, namely empathize, define, ideate, prototype, and test. This research will develop or design a smartphone application-based promotion of the Bumiayu Temple Cultural Heritage. Through the development of a smartphone application-based promotion system for the Cultural Heritage of the Bumiayu Temple, it is hoped that it can provide information to the public who are curious about the Bumiayu Temple.
Keroncong: jejak Akulturasi Budaya Dalam Musik Indonesia Dengan Portugis Alifia Ananda Putri; Anung Rachman; Ipung Kurniawan Yunianto
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 6, No 1 (2023): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v6i1.6712

Abstract

Tulisan ini mencoba untuk menganalisis kebudayaan lokal di Solo yang dapat disaksikan langsung. Salah satunya adalah Keroncong. Penulisan ini mengambil judul Keroncong: Jejak Akulturasi Budaya dalam Musik Indonesia dengan Portugis. Penulisan ini akan menerapkan 4 tahap metode sejarah yang mana adalah heuristik, kritik analisa, interpretasi, dan historiografi. Selain menggunakan metode sejarah, penulis akan memakai ilmu sosial yang berhubungan dengan penulisan. Karya ilmiah ini berisi tentang sejarah terbentuknya keroncong dan apa korelasinya antara keroncong dengan budaya portugis. Di dalamnya juga menjelaskan lebih rinci tentang keroncong dan menjelaskan bagaimana eksistensi kebudayaan keroncong sekarang di Indonesia dan juga disediakan hasil observasi langsung tentang budaya keroncong ini.
Perancangan Identitas Visual Gamelan Ethnic Music Festival 2025 Berbasis Design Thinking sebagai Strategi Komunikasi Budaya Gamelan Ardhita Auliya Rifqy; Taufik Murtono; Ipung Kurniawan Yunianto
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 15, No 1 (2026): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v15i1.115552

Abstract

Gamelan Ethnic Music Festival (GEMFest) 2025 menghadapi tantangan dalam mengembangkan pesan budaya yang konsisten dan relevan bagi audiens muda di media digital. Kegiatan ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem identitas visual GEMFest 2025 berbasis pendekatan design thinking sekaligus memperkuat kapasitas komunikasi visual penyelenggara festival. Metode pelaksanaan meliputi tahapan empati, perumusan masalah, eksplorasi ide, perancangan, implementasi, dan evaluasi melalui proses pendampingan partisipatif yang melibatkan mitra sebagai co-creator. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem identitas visual yang dihasilkan mampu meningkatkan konsistensi komunikasi visual serta memperluas visibilitas budaya gamelan di media sosial, sebagaimana ditunjukkan oleh statistik penonton dan jangkauan audiens. Selain menghasilkan luaran visual, kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan literasi visual dan pemahaman strategis mitra dalam mengelola komunikasi budaya secara lebih terstruktur. Dengan demikian, desain komunikasi visual berperan sebagai sarana penguatan kapasitas komunitas budaya dalam merepresentasikan nilai tradisional secara adaptif di era digital. Kata kunci: Design Thinking; Festival Budaya; Gamelan; Identitas Visual; Music Ethnic.
PENDAMPINGAN BRANDING PRODUK BERBASIS KEKAYAAN INTELEKTUAL MELALUI KEPEMILIKAN MEREK DAGANG DAN DESAIN INDUTRI PADA RINTISAN BISNIS SEPATU RANGE DE CULTURE Ipung Kurniawan Yunianto; Rendya Adi Kurniawan; Basnendar Herry Prilosadoso; Pisteo Gabriel Tori; Fatika Fajar Priana; Erlyana Zuar Dini
Abdi Seni Vol. 15 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/abdiseni.v15i2.6369

Abstract

This research examines the significance of trademarks and industrial designs as visual identities and value-added elements for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). Trademarks serve to differentiate products and function as a marketing strategy, while industrial designs enhance the commercial value of products. This assistance program aims to raise legal awareness among MSMEs regarding trademarks and industrial designs, specifically focusing on the shoe products of Range de Culture (RDC). The primary challenge MSMEs face is a lack of understanding regarding the urgency of such intellectual property protection. The methods employed include education on the strategic role of trademarks and industrial designs in business competition and guidance throughout the registration process. As a result, RDC successfully registered its trademarks and industrial designs with the Directorate General of Intellectual Property (DJKI). This research highlights the importance of assisting in enhancing awareness and capacity among MSMEs to leverage intellectual property protection to bolster their competitiveness and business sustainability
Rasionalitas Desain Branding Teritorial Tipografi Jawa Kuno Analisis Visual Alih Wahana Aksara Kuadrat Kediri Ipung Kurniawan Yunianto; Sunarmi Sunarmi
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 18 No. 1 (2026)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v18i1.7998

Abstract

Studi mengenai aksara Jawa Kuno selama ini didominasi oleh pendekatan epigrafi yang berfokus pada pembacaan teks dan penanggalan sejarah, namun sering mengabaikan aspek perancangan visualnya. Penelitian ini mengisi kesenjangan tersebut dengan mendekonstruksi Aksara Kuadrat (abad 11-13 M) melalui perspektif Desain Komunikasi Visual (DKV) dan Tipografi. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan arkeologi visual, penelitian ini menganalisis morfologi aksara pada Prasasti koleksi PIM Mojokerto, data teknis pada prasasti unfinished Tahi Papung (Ponorogo), serta alih wahananya pada media sandang kontemporer. Data dianalisis melalui pelacakan morfologi aksara, penerapan grid modular dan prinsip Em Square, serta interpretasi semiotika visual untuk membaca fungsi estetik dan politis aksara. Hasil penelitian mengungkap tiga temuan utama. Pertama, secara morfologis, Aksara Kuadrat dapat diklasifikasikan sebagai Display Typeface bergaya Slab Serif yang dirancang untuk dominasi visual jarak jauh (visual weight). Kedua, temuan garis bantu (guidelines) pada artefak Tahi Papung membuktikan bahwa aksara ini tidak ditulis secara intuitif, melainkan dikonstruksi melalui rasionalitas desain berbasis sistem Modular Grid dan prinsip Em Square. Ketiga, perpaduan antara struktur geometris yang kaku dengan ornamen padat (Horror Vacui) berfungsi sebagai strategi Branding Teritorial untuk melegitimasi kekuasaan politik Kerajaan Kediri-Majapahit. Transformasi aksara ini ke dalam produk industri kreatif (kaos) membuktikan bahwa sistem desain kuno ini memiliki kualitas timeless yang mampu beradaptasi dari fungsi sakral-politis menjadi komoditas identitas budaya. Kata kunci: Aksara kuadrat, Branding teritorial, Horror vacui, Sistem grid, Tipografi Nusantara