Kekerasan seksual seringkali dialami oleh setiap orang termasuk anak berkebutuhan khusus. Pada tahun 2020 dan 2021, jumlah anak berkebutuhan khusus yang dilaporkan sebagai korban kekerasan seksual dua kali lebih banyak dibandingkan korban kekerasan fisik dan tiga kali lebih banyak dibandingkan dengan korban kekerasan emosional Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang kesehatan seksual, meningkatkan pengetahuan dan membuat program keberlanjutan tentang edukasi seputar kesehatan reproduksi dan kesehatan seksual pada anak berkebutuhan khusus. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah edukasi berupa penyuluhan dan disertai dengan pre test dan post test. Sasaran dalam pengabdian ini adalah anak tunarungu di SLBN Branjangan Jember. Hasil analisis statistik yang dilakukan dengan menggunakan uji wilcoxon signed rank test menunjukkan adanya perbedaan tingkat pengetahuan siswa antara sebelum dan sesudah pemberian edukasi dan penyuluhan tentang kesehatan seksual p-value=0,004 (p<0,05). Peningkatan pengetahuan siswa tentang kesehatan seksual sebesar 13,76. Selain itu telah diberikan media edukasi tentang kesehatan seksual berupa poster untuk disematkan di area sekolah untuk memudahkan akses informasi dan pembentukan jadwal edukasi untuk keberlanjutan kegiatan edukasi selanjutnya. Kebutuhan edukasi tentang kesehatan reproduksi dan kesehatan seksual dianggap perlu karena anak dengan kebutuhan khusus rentan terhadap kejahatan seksual. Kata kunci: anak disabilitas; tunarungu; kesehatan seksual; puzzle
Copyrights © 2026