SEMAR
Vol 15, No 1 (2026): Mei

Menggerakkan Culturepreneurship melalui Lokakarya Membatik Berdasarkan Relief Candi Merak dan Candi Sojiwan bagi Masyarakat di Sekitar Cagar Budaya

Arif Nur Setiawan (Institut Seni Indonesia Surakarta)
Muhammad Arif Jati Purnomo (Institut Seni Indonesia Surakarta)
Aris Setiawan (Institut Seni Indonesia Surakarta)
Manggar Sari Ayuati (Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia)
Heri Mahardika (Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia)
Ferry Ardiyanto (Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia)
Yusri Damayanti (Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia)
Heni Wijayati (Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia)
Sardjiastuti Sardjiastuti (Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia)
Jon Ariyanto (Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia)
Theresiana Ani Larasati (Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia)
Shinta Dwi Prasasti (Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia)
Aprilia Widiasari (Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia)
Joko Sulistyo (Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia)
Riris Purbasari (Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIII, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia)



Article Info

Publish Date
12 Feb 2026

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman peserta dan nilai kemanfaatan lokakarya membatik berdasarkan relief Candi Merak dan Candi Sojiwan bagi masyarakat Desa Karangnongko dan Desa Kebondalem Kidul, Kabupaten Klaten. Pengabdian kepada masyarakat ini didasari oleh rendahnya kesadaran masyarakat sekitar cagar budaya terhadap nilai historis, simbolik, dan potensi ekonomi Candi Merak dan Candi Sojiwan, serta masih terbatasnya semangat kewirausahaan berbasis budaya lokal. Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan dalam bentuk lokakarya membatik berdasarkan relief Candi Merak dan Candi Sojiwan ini penting dikarenakan cagar budaya memiliki potensi strategis sebagai sumber pengembangan culturepreneurship yang berkelanjutan melalui integrasi pelestarian budaya dan ekonomi kreatif. Metode pengabdian meliputi penyampaian materi tentang cagar budaya dan culturepreneurship, pelatihan membatik tulis dan cap, pendampingan proses pewarnaan, evaluasi kegiatan, serta diseminasi hasil melalui peragaan busana dan pementasan kesenian. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan sekitar 31% dalam pemahaman peserta terhadap nilai cagar budaya, peningkatan sekitar 20% dalam keterampilan membatik, serta pembentukan kelompok pembatik lokal yang berpotensi menjadi penggerak culturepreneurship. Temuan ini menegaskan bahwa lokakarya berbasis warisan budaya efektif sebagai strategi pemberdayaan masyarakat dan relevan untuk dikembangkan sebagai model pengabdian berkelanjutan di kawasan cagar budaya. Kata kunci: cagar budaya; Candi Merak; Candi Sojiwan; culturepreneurship; lokakarya membatik

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jurnal-semar

Publisher

Subject

Humanities Education Environmental Science Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

SEMAR Journal is a community service journal published and managed by the Institute for Research and Community Service, Sebelas Maret University, Surakarta. This journal is expected to be a tool of information and socialization regarding the results of the dedication of the entire academic community ...