Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran panjang pendinginan dan kekuatan otot pendinginan dalam meningkatkan kemampuan gaya jongkok pada lompat jauh. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan menganalisis artikel dan penelitian yang relevan lima tahun terakhir (2019-2024). Faktor panjangnya ditemukannya mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap jarak lompatan karena memberikan keuntungan mekanis pada saat run-up dan take-off. Sementara itu, kekuatan otot memegang peranan penting dalam menciptakan daya ledak dan stabilitas saat mendarat. Melalui pendekatan ini, ditemukan bahwa kombinasi kedua faktor tersebut dapat meningkatkan kinerja lompat jauh secara keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif antara panjang kemacetan dan daya ledak otot terhadap hasil gangguan, dengan kontribusi masing-masing sebesar 18,1% dan 46,4%. Temuan ini memberikan dampak praktis bagi pelatih dan atlet dalam merancang program latihan yang fokus pada peningkatan kekuatan dan pengembangan panjang melalui latihan-latihan khusus seperti lompatan kardus dan peregangan dinamis. Kesimpulannya, faktor antropometri dan kondisi fisik memegang peranan penting dalam menentukan keberhasilan teknik lompat gaya jauh jongkok. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi yang bermanfaat dalam pengembangan metode latihan olahraga atletik, khususnya pada cabang lompat jauh.
Copyrights © 2025