Penelitian dilaksanakan di Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, yang terletak di lereng barat Gunung Lawu dan memiliki iklim tropis serta kondisi alam yang terjaga. Desa Kemuning dikenal dengan usaha budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus) yang masih kurang menjanjikan, terutama di Dusun Tanen. Program pengembangan budidaya ikan nila dilakukan oleh tim dari mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) dengan menggunakan teknologi monosex. Teknologi monosex bertujuan untuk menghasilkan bibit ikan jantan berkualitas tinggi melalui proses pemijahan yang dibantu oleh penggunaan hormon untuk mengubah jenis kelamin ikan. Program melibatkan pembinaan teknis kepada petani oleh mahasiswa bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam budidaya ikan. Hasil dari program menunjukkan adanya peningkatan kualitas dan kuantitas bibit ikan nila yang dihasilkan, yang berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat. Pelaksanaan program monosex menghadapi beberapa tantangan, termasuk kurangnya dukungan teknologi dari instansi terkait dan kondisi lingkungan yang kurang ideal, seperti suhu air yang terlalu dingin. Tindak lanjut yang direncanakan berupa pembuatan alat pengatur suhu air untuk kolam pemijahan guna meningkatkan keberhasilan pelaksanaan program di masa mendatang.
Copyrights © 2024