Pembangunan infrastrukur yang semakin masif menyebabkan meningkatnya limbah kosntruksi. Hal itu yang akhirnya melahirkan suatu inovasi beton ramah lingkungan, salah satunya adalah inovasi beton berkualitas tinggi memadat mandiri dengan penggunaan metakaolin sebagai subtritusi semen dan agregat limbah pecahan keramik sebagai substitusi agregat kasar tanpa mengurangi kekuatan beton. Pada penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan melakukan pengujian secara langsung di laboratorium. Benda uji yang digunakan untuk pengujian serapan CO2 dan karbonasi berupa silinder beton dengan diameter 7,5 cm dan tinggi 15 cm. Berdasarkan hasil pengujian, penggantian metakaolin 12,5% dari berat semen dan variasi agregat limbah pecahan keramik telah memenuhi parameter beton memadat mandiri seperti yang tercantun dalam EFNARC 2002. Pada pengujian serapan CO2 dan karbonasi didapatkan hasil minimum pada substitusi agregat limbah pecahan keramik kadar 20%. Penambahan limbah pecahan keramik dapat meningkatkan kuat tekan beton, tetapi mengurangi serapan CO2 dan karbonasi pada beton karena agregat limbah pecahan keramik memiliki bentuk bersudut dan tidak seragam yang dapat mengisi beton dengan baik dan menjadikan beton semakin padat. Selain itu agregat limbah pecahan keramik mengandung CSH sehingga menambah kekuatan antar partikel beton.Kata Kunci: agregat limbah pecahan keramik, beton mutu tinggi memadat mandiri, karbonasi, metakaolin, serapan CO2.
Copyrights © 2023