Proyek konstruksi adalah suatu kegiatan yang semakin besar dan kompleks, baik secara fisik maupun biaya. Varian biaya dan waktu yang besar menunjukkan manajemen proyek yang buruk. Studi kasus dilakukan pada proyek Penataan Kali Pepe Pintu Air Demangan Lama-Pintu Air Demangan Baru, Surakarta. Tujuan penelitian ini adalah mengelola biaya dan waktu untuk mengatasi kertelambatan dalam keberlanjutan proyek. Metode yang digunakan adalah Earned Value. Analisis Earned Value menghasilkan penilaian kinerja implementasi, pelaksanaan proyek dari segi waktu dan biaya, serta dilaksanakan pada periode pelaporan yang sudah ditetapkan berdasarkan perkiraan biaya dan waktu produksi. Data yang dibutuhkan adalah rencana anggaran biaya (RAB), S-Curve, dan laporan mingguan dengan aplikasi Microsoft Project 2019. Hasil analisis menunjukkan proyek yang semula selesai dalam waktu 370 hari, terlambat menjadi 381 hari. Nilai kontrak awal proyek Rp42.260.689.090,03 dan perkiraan biaya penyelesaian proyek Rp37.770.656.791,88 dengan sisa anggaran Rp4.490.032.298.15. Analisis keterlambatan proyek menggunakan skenario percepatan kerja shift yaitu terjadi percepatan 56 hari dari 196 hari menjadi 140 hari dengan biaya tambahan Rp246.712.720,00. Pada skenario percepatan penambahan tenaga kerja yaitu percepatan 77 hari dari 196 hari menjadi 119 hari menghasilkan biaya tambahan Rp147.551.727,00. Pada skenario percepatan penambahan alat berat yaitu 65 hari dikurangi dari 196 hari menjadi 131 hari dengan biaya tambahan Rp1.993.222.000,00.
Copyrights © 2024