Sungai Kotes merupakan salah satu aliran sungai yang mengalir di Desa Papringan, Kaliwungu, Semarang dan memiliki peran yang sangat penting bagi masyarakat di sekitarnya. Masyarakat memanfaatkan Sungai Kotes sebagai sumber yang digunakan sehari-hari untuk berbagai kegiatan. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, semakin tinggi pertumbuhan penduduk di desa menimbulkan semakin banyak pula sampah yang dihasilkan. Banyak sampah yang ditemukan di beberapa titik Sungai Kotes yang baunya sangat mengganggu. Sampah yang berada di sungai ini menjadi sumber bahan pencemar yang mengakibatkan menurunnya kualitas air sungai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pembersihan sampah di Sungai Kotes terhadap kualitas air berdasarkan parameter fisika dan kimia. Metode penelitian yang dilakukan adalah pengukuran secara langsung di tiga titik sepanjang Sungai Kotes menggunakan multi parameter da pH meter. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara kuantitatif. Berdasarkan hasil pengukuran, diperoleh data sebelum pembersihan titik 1 diperoleh TDS sebesar 0,1406 g/L, pH sebesar 4.08, dan DO sebesar 9.38 mg/L. Titik 2 diperoleh TDS sebesar 0.1993 g/L, pH sebesar 4.66, dan DO sebesar 8.04 mg/L. Titik 3 diperoleh TDS sebesar 0.2033 g/L, pH sebesar 5.82, dan DO sebesar 6.21 mg/L. Titik 3 diperoleh TDS sebesar 0.2033 g/L, pH sebesar 5.82, dan DO sebesar 6.21 mg/L. Sedangkan setelah dilakukan pembersihan sungai, pada sungai titik 1 diperoleh TDS sebesar 0.1863 g/L, pH sebesar 5.88, dan DO sebesar 8.18 mg/L. Titik 2 diperoleh TDS sebesar 0.159 g/L, pH sebesar 7.44, dan DO sebesar 11.14 mg/L. Titik 3 diperoleh TDS sebesar 0.176 g/L, pH sebesar 6.09, dan DO sebesar 12.43 mg/L. Pembersihan sungai dapat mempengaruhi kualitas air sungai menjadi lebih baik dan sesuai dengan standar baku mutu air sungai yang berlaku.
Copyrights © 2023