Beberapa waktu yang lalu saya melakukan pertemuan dengan dua orang penting di Filipina; masing-masing adalah Bro. Rolando R. Dizon, FSC dan Sr. Luz Emmanuel Soriano, R.A. Dua orang ini pemikiran dan kegiatannya sangat berpengaruh terhadap kebijakan pendidikan di negara tersebut. Bro. Rolando di samping menjadi Presiden De La Salle University (DLSU), salah satu PTS terbesar di Filipina, beliau juga menjadi Pimpinan Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik se Asia Tenggara. Sementara itu Sr. Luz di samping seba-gai Ketua Yayasan Assumption School di Rizal, salah satu sekolah swasta terbaik di Filipina, beliau juga menjadi Pimpinan Philippine Council for Peace and Global Education (PCPGE).     Di dalam pertemuan yang berlangsung di Kota Manila itu saya mendapat informasi penting bahwa DLSU akan membuka "cabang" di Indonesia, tepatnya di Sulawesi Utara. Pimpinan DLSU konon sudah tahu dan menyadari bahwa di Indonesia ada ketidakjelasan peratur-an mengenai kehadiran Perguruan Tinggi Asing (PTA). Oleh sebab itu dalam mendirikan "cabang" di Indonesia telah dipersiapkan satu teknik dan strategi untuk mengisi celah-celah peraturan yang ada.      Terus terang saya cukup "surprise" demi mendengar infor-masi dan skenario yang disiapkan oleh teman-teman di DLSU untuk membuka PTA di Indonesia; apalagi ketika saya ditemukan langsung dengan orang-orang Indonesia yang akan menangani PTA tersebut, termasuk calon rektornya.      Seandainya DLSU benar-benar dapat mendirikan "cabang" di Indonesia dalam waktu dekat ini, tentu dengan status sebagai PTA, sudah barang pasti hal itu merupakan fenomena pendidikan (tinggi) di Indonesia yang cukup menarik untuk dikaji.
Copyrights © 2001