Kualitas hasil belajar geografi di SMA Negeri Tulakan belum begitu baik. Hal ini dikarenakan pembelajaran disekolah masih menggunakan beberapa metode seperti teacher center, tanya jawab, dan belum terbiasa menggunakan metode problem solving, diskusi, dan sebagainya. Peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai penerapan model discovery learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri Tulakan, Pacitan. Proses pembelajaran discovery learning melibatkan seluruh kemampuan siswa untuk menemukan prinsip atau konsep baru berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya. Pada kondisi awal, hanya 52% siswa yang dapat mencapai tingkat penguasaan minimal pada materi ketahanan pangan, bahan industri, potensi energi baru terbarukan di Indonesia (data sekunder). Pada siklus pertama, siswa mampu mencapai batas ketuntasan minimal sebesar 65%. Kondisi pembelajaran diperbaiki lagi pada siklus 2. Hasilnya, siswa yang mampu mencapai batas ketuntasan minimal meningkat menjadi 86%. Jadi, dapat disimpulkan bahwa penerapan model discovery learning secara meyakinkan dapat meningkatkan hasil belajar geografi pada siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri Tulakan.
Copyrights © 2024