ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
2000: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT

TEORI KONFLIK DALAM POLITIK KERUSUHAN

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
15 May 2010

Abstract

Kerusuhan Politik dan Politik Kerusuhan;  demikianlah judul tulisan Dr. Muhadjir Darwin untuk mengembangkan debat opini ten-tang situasi sosial politik di Indonesia dewasa ini.  Dua terminologi dalam judul itu menjadi semacam "attention catcher" yang dapat me-narik perhatian bagi siapa saja yang membaca;  belum lagi materi yang dicoba dipaparkannya.       Meskipun tidak terdapat dalam kamus Bahasa Indonesia yang baku, istilah kerusuhan politik sudah akrab di telinga kita. Apabila di Jalan K.H.A. Dahlan Yogyakarta  pernah terjadi bentrokan an-tarpendukung partai yang berbeda dalam masa kampanye beberapa waktu yang lalu, itulah contoh konkrit dari kerusuhan politik. Be-gitu juga dengan berbagai kasus "coreng moreng" semasa kampanye sampai dengan peristiwa khusus seperti  Peristiwa Jalan Diponegoro 27 Juli 1996 yang konon melibatkan aparat pemerintah juga merupakan kerusuhan politik.       Kerusuhan politik jelas berpengaruh terhadap perikehidupan sosial masyarakat;  apalagi dalam masyarakat praindustri, meminjam istilah Daniel Bell di dalam "The Coming of Post Industrial Society" (1975), seperti Indonesia.  Karena kadar intelektualitas khalayak relatif rendah maka ketahanan sosial masyarakat praindustri sangat mudah digoyah oleh peristiwa-peristiwa yang terjadi di luar kebia-saannya, apalagi peristiwa politik dan apalagi kerusuhan politik. Masyarakat praindustri  cenderung menanggapi peristiwa seperti itu secara emosional daripada rasional.       Demikian pula halnya  dengan kerusuhan politik yang terjadi di Indonesia. Banyak orang menanggapi peristiwa ini secara emosio-onal daripada rasional;  tidak jarang lebih senang memakai "okol" daripada akalnya. Akibatnya kerusuhan politik tidak cepat mereda; seringkali justru menjalar kemana-mana.

Copyrights © 2000