Pendidikan inklusif menuntut sistem pendidikan yang bisa beradaptasi dengan adanya keberagaman karakteristik murid demi menjamin kesetaraan akses dan partisipasi dalam pembelajaran. Salah satu pendekatan yang relevan adalah pembelajaran berdiferensiasi yang memungkinkan terdapat penyesuaian proses pembelajaran berdasarkan pada kesiapan, minat, dan profil belajar murid. Penelitian ini mempunyai tujuan mendeskripsikan implementasi pembelajaran berdiferensiasi dalam pendidikan inklusif di Sekolah Dasar Negeri Tasikmadu 02 Kota Malang, mengidentifikasi kendala yang dihadapi guru, mengeksplorasi strategi adaptif yang diterapkan, serta menganalisis implikasinya pada keterlibatan belajar murid. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi pada tiga aspek utama, yaitu konten, proses, dan produk pembelajaran. Kendati demikian, pelaksanaan di lapangan masih mengalami beberapa tantangan signifikan, antara lain keterbatasan alokasi waktu, minimnya jumlah guru pendamping khusus, serta kurangnya pelatihan profesional berkelanjutan. Dalam menghadapi tantangan tersebut, guru menerapkan strategi adaptif seperti penggunaan media visual yang konkret, pengelompokan murid secara fleksibel, dan kolaborasi yang intensif dengan orang tua murid. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi merupakan strategi yang efektif dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan inklusif di tingkat sekolah dasar, namun keberhasilan implementasinya sangat bergantung pada dukungan sistemik yang berkelanjutan dari berbagai pihak terkait.
Copyrights © 2026