Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji landasan teologis pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis ekoteologi di era Society 5.0, di mana teknologi dan kemanusiaan berintegrasi untuk menyelesaikan tantangan lingkungan. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan menganalisis berbagai sumber primer dan sekunder, seperti kitab suci, tafsir, jurnal ilmiah, dan dokumen kebijakan pendidikan, yang relevan dengan ekoteologi dan PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa landasan teologis ekoteologi dalam PAI bersumber pada konsep khalifah (pemimpin yang menjaga bumi), amanah (tanggung jawab terhadap alam), dan mizan (keseimbangan ekosistem). Di era Society 5.0, integrasi nilai-nilai ini ke dalam pembelajaran PAI dapat difasilitasi oleh teknologi digital tanpa kehilangan esensi spiritual. Kesimpulannya, ekoteologi menawarkan paradigma baru yang memperkuat kesadaran ekologis peserta didik, menjadikan PAI tidak hanya berdimensi ritual tetapi juga transformatif secara lingkungan.
Copyrights © 2026