ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
1998: HARIAN PIKIRAN RAKYAT

MENGANTISIPASI MENURUNNYA ANGGARAN PENDIDIKAN

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
23 May 2010

Abstract

       Menurut jadual nanti malam,  hari Selasa tanggal 6 Januari 1998, Presiden Soeharto akan menyampaikan keterangan pemerintah tentang Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 1998/1999 di depan Sidang Paripurna DPR RI.  Momentum seperti ini memang sudah menjadi tradisi politik yang konstruktif di negara kita sejak beberapa tahun yang lalu.        Tradisi politik tersebut memang sangat konstruktif karena dengan diketahuinya rancangan anggaran negara,  baik anggaran pendapatan maupun anggaran belanja, maka seluruh lapisan masyarakat Indonesia dapat mengerti betul kekuatan dan kelemahan ekonomik kita sebagai suatu "keluarga besar". Selanjutnya masyarakat pun dapat berfikir lebih cermat,  kegiatan-kegiatan mana yang memang pantas mendapat prioritas dan kegiatan-kegiatan mana yang dapat dinomer-sekiankan. Sudah barang tentu semua itu dilaksanakan dalam kerangka pelaksanaan pembangunan nasional kita.      Banyak kalangan yang menanti-nantikan pidato Presiden Soeharto malam nanti dengan perasaan yang pesimistik;  cemas, was-was, dan bahkan sepertinya ada sedikit rasa takut.  Mengapa demikian? Karena banyak orang tahu bahwa formulasi RAPBN 1998/1999 kali ini disusun dalam kondisi ekonomik yang memprihatinkan.  Gejolak moneter yang sudah muncul sejak beberapa bulan lalu sampai sekarang belum dapat teratasi secara tuntas.       Keadaan tersebut nampaknya disadari benar oleh pemerintah kita sampai-sampai Presiden Soeharto memberi petunjuk kepada Pak Gi-nardjar Kartasasmita  selaku Ketua Bappenas agar dalam penyusunan RAPBN 1998/1999 benar-benar dilakukan secara realistik, apa adanya dan jangan ditutup-tutupi.

Copyrights © 1998