Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pengobatan antidiabetik terhadap kadar glukosa pada pasien diabetes di wilayah Gubug. Jenis penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif dengan metode observasional analitik dan pendekatan retrospektif. Subjek penelitian terdiri dari 60 responden yang datanya diperoleh melalui rekam medis pasien. Kriteria inklusi penelitian ini mencakup pasien laki-laki dan perempuan yang terdiagnosis DM berusia 35-85 tahun, pasien yang menerima terapi antidiabetes, serta memiliki data hasil pemeriksaan HbA1c dan GDS. Hasil data responden menunjukkan bahwa usia 35-60 tahun 36 (60%) merupakan kelompok paling sering mengalami Diabetes Mellitus, dengan perempuan lebih banyak 38 (63,3%), hasil durasi terapi paling dominan yaitu hasil terapi selama 2 bulan 33 (55%), hasil data lab HbA1c sebelum terapi paling banyak yaitu hasil diabetes (≥6,5) sebanyak 53 (44,1%). Sedangkan data lab GDS sebelum terapi paling banyak angka tidak normal yaitu (>200 mg/dL) sebanyak 35 (29,1%). Hasil profil penggunaan obat antidiabetes terapi kombinasi paling banyak digunakan yaitu metformin 500 mg dan glimepirid 3 mg sebanyak 15 (25%). Hasil persentase penggunaan obat antidiabetes paling dominan digunakan yaitu metformin 500 mg mencapai 32 (27,3 %). Hasil efektivitas ADO terhadap penurunan HbA1c dan GDS secara statistik menunjukkan terjadi perbedaan atau efektivitas karena data memenuhi syarat yaitu dibawah 0,05. Hasil Efektivitas HbA1c secara klinis menunjukkan data normal (<5,7) sebanyak 15 (12,5%). Hasil data lab GDS secara klinis sesudah terapi angka normal (<200 mg/dL) sebanyak 49 (40,8%).
Copyrights © 2026