Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan Grup WhatsApp sebagai media komunikasi dalam Sekaa Teruna Teruni (STT) Ardhya Garini di Desa Adat Nyitdah, khususnya terkait karakteristik penggunaan, motif pemanfaatan fitur, serta perannya dalam mendukung komunikasi organisasi dan hubungan sosial anggota. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan dipilih melalui teknik purposive sampling yang melibatkan pengurus dan anggota aktif STT. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Grup WhatsApp telah menjadi media utama komunikasi organisasi yang mendukung transformasi komunikasi dari tatap muka menuju komunikasi digital yang lebih cepat, fleksibel, dan partisipatif. WhatsApp dimanfaatkan untuk koordinasi kegiatan adat dan organisasi, penyebaran informasi, pembagian tugas, serta pemeliharaan hubungan sosial melalui komunikasi informal. Berbagai fitur seperti chat, voice note, dokumen, foto, dan polling digunakan secara adaptif sesuai kebutuhan komunikasi kelompok. Namun demikian, penelitian juga menemukan sejumlah tantangan, seperti penyebaran informasi pada beberapa grup, information overload, miskomunikasi, dan belum optimalnya norma komunikasi digital. Temuan ini menunjukkan bahwa efektivitas komunikasi digital dalam organisasi pemuda adat tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh struktur komunikasi, aturan kelompok, dan kemampuan organisasi mengelola interaksi digital secara sistematis.
Copyrights © 2026