Perundungan (bullying) merupakan masalah serius di lingkungan sekolah dasar yang sering kali dianggap wajar akibat rendahnya pemahaman peserta didik. Tindakan ini memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap kondisi fisik, psikologis, dan sosial anak, seperti penurunan rasa percaya diri hingga trauma jangka panjang. Makalah ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman peserta didik, mengidentifikasi bentuk-bentuk perundungan, mengkaji dampak psikososial, serta merumuskan strategi penanganan melalui optimalisasi peran guru, kebijakan sekolah, dan pembentukan sikap upstander. Metode penulisan yang digunakan adalah studi pustaka dan analisis deskriptif terhadap fenomena perundungan di sekolah dasar. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa bentuk perundungan di sekolah dasar meliputi perundungan sosial, verbal, non-verbal, fisik, dan emosional. Kurangnya pengawasan orang tua, pengaruh media, dan rendahnya empati menjadi faktor utama pemicu perilaku ini. Sebagai upaya penanganan, diperlukan sinergi berkelanjutan yang mengintegrasikan penguatan karakter dalam kurikulum, peningkatan pengawasan guru di area rawan, serta transformasi peran peserta didik dari bystander pasif menjadi upstander yang aktif membela korban. Kesimpulannya, sosialisasi anti-perundungan sejak dini yang didukung oleh kebijakan sekolah yang tegas dan kolaborasi orang tua sangat krusial demi menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.
Copyrights © 2026