Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sosialisasi Anti Perundungan Sejak Dini: Membangun Kesadaran Peserta Didik Sekolah Dasar Akan Bahaya Bullying Wahid Nur Muhammad Firdaus; Abednego Wahyu Purnama; Ananda Praditya Widaya; Rohmad Isnadi; Sri Suwartini
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.900

Abstract

Perundungan (bullying) merupakan masalah serius di lingkungan sekolah dasar yang sering kali dianggap wajar akibat rendahnya pemahaman peserta didik. Tindakan ini memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap kondisi fisik, psikologis, dan sosial anak, seperti penurunan rasa percaya diri hingga trauma jangka panjang. Makalah ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman peserta didik, mengidentifikasi bentuk-bentuk perundungan, mengkaji dampak psikososial, serta merumuskan strategi penanganan melalui optimalisasi peran guru, kebijakan sekolah, dan pembentukan sikap upstander. Metode penulisan yang digunakan adalah studi pustaka dan analisis deskriptif terhadap fenomena perundungan di sekolah dasar. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa bentuk perundungan di sekolah dasar meliputi perundungan sosial, verbal, non-verbal, fisik, dan emosional. Kurangnya pengawasan orang tua, pengaruh media, dan rendahnya empati menjadi faktor utama pemicu perilaku ini. Sebagai upaya penanganan, diperlukan sinergi berkelanjutan yang mengintegrasikan penguatan karakter dalam kurikulum, peningkatan pengawasan guru di area rawan, serta transformasi peran peserta didik dari bystander pasif menjadi upstander yang aktif membela korban. Kesimpulannya, sosialisasi anti-perundungan sejak dini yang didukung oleh kebijakan sekolah yang tegas dan kolaborasi orang tua sangat krusial demi menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.
Peran Bahasa Indonesia dalam Bahasa Inggris Wahid Nur Muhammad Firdaus; Malik Al Jabar; Ridho Noviansyah; Alfariq Reyhan Wisanggeni; Abednego Wahyu Purnama; Bayu Purbha Sakti
Jurnal Imiah Pengabdian Pada Masyarakat (JIPM) Vol 3 No 2 (2025): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Language plays a fundamental role in human life, particularly in education and global communication. Indonesian serves as a national language and a unifying tool, while English functions as an international medium of global communication. This article aims to examine the role of the Indonesian language within the context of English learning and use, both as a linguistic aid and as a reinforcement of national identity. The research method applied is a literature review, analyzing various relevant academic sources. The findings indicate that Indonesian serves as a linguistic mediator, a competence indicator, and a conceptual framework in English learning. Proper use of Indonesian in English learning enhances students’ understanding of structure, meaning, and communicative context. In conclusion, the synergy between Indonesian and English should be developed in national education to build global literacy while preserving national linguistic identity.