Industri kerajinan gerabah tradisional di Desa Malambigu merupakan warisan budaya sekaligus pilar ekonomi lokal yang kini terancam punah. Hal ini ditandai dengan penurunan drastis volume produksi dari 5.000 unit per tahun pada periode 2010-2016 menjadi hanya 700 unit pada 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang menyebabkan penurunan produksi tersebut di Desa Malambigu, Kabupaten Tolitoli. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal penyebab penurunan produksi adalah berkurangnya jumlah perajin yang didominasi usia lanjut, minimnya regenerasi generasi muda, keterbatasan bahan baku, dan metode produksi yang kurang efisien. Secara eksternal, penurunan dipicu oleh persaingan produk substitusi modern berbahan plastik/logam serta dukungan pemerintah yang belum berkelanjutan. Penurunan ini mengancam eksistensi identitas budaya dan ekonomi kreatif desa. Diperlukan strategi pengembangan berbasis potensi lokal serta intervensi kebijakan yang fokus pada regenerasi perajin dan modernisasi alat produksi untuk menjamin keberlangsungan kerajinan ini.
Copyrights © 2026