Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh Algoritma TikTok, Visibilitas Influencer, dan Perilaku Konsumen terhadap penggunaan E-Procurement, dengan Kualitas Konten sebagai variabel mediasi. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena meluasnya penggunaan platform TikTok di Indonesia, yang pada awal 2025 memiliki sekitar 125,2 juta pengguna aktif, menjadikannya salah satu pasar terbesar secara global. Di tengah perkembangan tersebut, efektivitas algoritma rekomendasi TikTok dalam mendorong adopsi layanan digital, termasuk E-Procurement, belum sepenuhnya dipahami, khususnya di wilayah non-metropolitan seperti Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan metode Structural Equation Modeling – Partial Least Squares (SEM-PLS) menggunakan perangkat lunak SmartPLS 3. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 125 responden pengguna aktif TikTok berusia 17 tahun ke atas di Bengkulu. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa Algoritma TikTok (koefisien = 0,299; T-statistik = 4,038; p = 0,000), Visibilitas Influencer (koefisien = 0,209; T-statistik = 3,747; p = 0,000), dan Perilaku Konsumen (koefisien = 0,333; T-statistik = 4,144; p = 0,000) masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap E-Procurement. Kualitas Konten juga terbukti memediasi secara signifikan ketiga hubungan tersebut (H4: p = 0,029; H5: p = 0,030; H6: p = 0,000). Nilai R² sebesar 0,613 menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan 61,3% variasi pada E-Procurement. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antara algoritma platform, visibilitas konten kreator, dan perilaku pengguna digital memiliki peran strategis dalam mendorong efektivitas E-Procurement di era digital.
Copyrights © 2026