Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Secure Experience Marketing: Pengaruh Persepsi Keamanan Dan Kepercayaan Digital Terhadap Kepuasan Pengguna QRIS Di Kota Bengkulu Dengan Pengalaman Pengguna Sebagai Variabel Moderasi Revaldo Sihombing; Arifah Hidayati; Veny Puspita
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.9746

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi keamanan dan kepercayaan digital terhadap kepuasan pengguna QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) di Kota Bengkulu, dengan pengalaman pengguna sebagai variabel moderasi. Latar belakang penelitian didasarkan pada meningkatnya adopsi sistem pembayaran digital QRIS yang menuntut jaminan keamanan transaksi, kepercayaan pengguna, dan pengalaman bertransaksi yang berkualitas. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori. Populasi penelitian adalah masyarakat Kota Bengkulu yang menggunakan QRIS sebagai alat pembayaran digital. Sampel penelitian berjumlah 112 responden yang ditentukan menggunakan teknik simple random sampling dengan formula Hair et al. (2017). Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner tertutup dengan skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui software SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi keamanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna QRIS (T-statistics = 4,125; P-value = 0,000). Kepercayaan digital juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna (T-statistics = 4,455; P-value = 0,000). Sementara itu, pengalaman pengguna tidak terbukti mampu memperkuat pengaruh persepsi keamanan (T-statistics = 0,480; P-value = 0,631) maupun kepercayaan digital (T-statistics = 0,682; P-value = 0,495) terhadap kepuasan pengguna QRIS. Nilai R-Square sebesar 0,934 menunjukkan bahwa model memiliki daya prediksi yang sangat kuat. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat keamanan yang dirasakan dan kepercayaan digital pengguna, maka semakin tinggi pula tingkat kepuasan pengguna QRIS di Kota Bengkulu.
Penguatan Digital Storytelling, Social Media Engagement, Dan Online Customer Experience Terhadap Loyalitas Dengan Digital Literacy Sebagai Variabel Moderasi Pada Pengguna Tokopedia Nova Arita Wulan Dari; Arifah Hidayati; Veny Puspita
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.9815

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Digital Storytelling, Social Media Engagement, dan Online Customer Experience terhadap loyalitas pengguna Tokopedia, dengan Digital Literacy sebagai variabel moderasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori melalui metode survei kuesioner kepada 125 responden pengguna Tokopedia di Kota Bengkulu yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui SmartPLS 4 dengan prosedur bootstrapping sebanyak 5.000 sampel ulang. Hasil evaluasi outer model membuktikan seluruh konstruk memenuhi validitas konvergen (AVE > 0,500) dan reliabilitas konstruk (Cronbach's Alpha dan Composite Reliability > 0,700). Evaluasi inner model menunjukkan bahwa Social Media Engagement berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pengguna (β = 0,337; T = 2,347; p = 0,019), sementara Digital Literacy merupakan prediktor paling dominan dengan koefisien jalur tertinggi (β = 0,450; T = 2,336; p = 0,020). Digital Storytelling (β = 0,080; p = 0,523) dan Online Customer Experience (β = 0,224; p = 0,111) tidak terbukti berpengaruh signifikan secara langsung terhadap loyalitas. Peran moderasi Digital Literacy terhadap ketiga jalur tidak terbukti signifikan pada taraf 5%. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,867 menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan 86,7% variasi loyalitas pengguna. Temuan ini menegaskan bahwa strategi social media engagement yang interaktif dikombinasikan dengan peningkatan literasi digital merupakan faktor kunci dalam membangun loyalitas pada platform e-commerce.
Pengaruh User Generated Content, Influencer Content Dan Celebrity Endorsement Terhadap Kepercayaan Merek Dengan Skeptisisme Konsumen Sebagai Variabel Moderasi Pada Produk Skincare Glad2Glow Monalisa Monalisa; Arifah Hidayati; Veny Puspita
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.9863

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh User Generated Content (UGC), Influencer Content, dan Celebrity Endorsement terhadap Kepercayaan Merek dengan Skeptisisme Konsumen sebagai variabel moderasi pada pengguna produk skincare Glad2Glow. Meningkatnya persaingan industri skincare di Indonesia mendorong penggunaan berbagai strategi pemasaran digital, sehingga penting untuk memahami efektivitasnya dalam membangun kepercayaan konsumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian eksplanatori. Data dikumpulkan melalui kuesioner online yang disebarkan kepada 176 responden pengguna produk Glad2Glow, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menggunakan perangkat lunak SmartPLS versi 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa User Generated Content berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepercayaan Merek (β = 0,154; T-statistik = 2,484; p = 0,000). Influencer Content memiliki pengaruh positif dan signifikan terbesar terhadap Kepercayaan Merek (β = 0,510; T-statistik = 3,016; p = 0,000). Celebrity Endorsement menunjukkan pengaruh positif namun tidak signifikan (β = 0,171; T-statistik = 1,062; p = 0,144). Skeptisisme Konsumen sebagai variabel moderasi tidak terbukti memoderasi secara signifikan hubungan antara UGC, Influencer Content, maupun Celebrity Endorsement terhadap Kepercayaan Merek. Hasil ini mengindikasikan bahwa konsumen skincare masa kini lebih mengutamakan keaslian dan kredibilitas konten digital dibandingkan popularitas figur publik dalam membangun kepercayaan merek.
Dampak Algoritma TikTok Pada Visibilitas Influencer Dan Perilaku Konsumen Terhadap Pengguna E-Procurement Yang Dimediasi Dengan Kualitas Konten Nurhidayah Nurhidayah; Arifah Hidayati; Veny Puspita
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.969

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh Algoritma TikTok, Visibilitas Influencer, dan Perilaku Konsumen terhadap penggunaan E-Procurement, dengan Kualitas Konten sebagai variabel mediasi. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena meluasnya penggunaan platform TikTok di Indonesia, yang pada awal 2025 memiliki sekitar 125,2 juta pengguna aktif, menjadikannya salah satu pasar terbesar secara global. Di tengah perkembangan tersebut, efektivitas algoritma rekomendasi TikTok dalam mendorong adopsi layanan digital, termasuk E-Procurement, belum sepenuhnya dipahami, khususnya di wilayah non-metropolitan seperti Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan metode Structural Equation Modeling – Partial Least Squares (SEM-PLS) menggunakan perangkat lunak SmartPLS 3. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 125 responden pengguna aktif TikTok berusia 17 tahun ke atas di Bengkulu. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa Algoritma TikTok (koefisien = 0,299; T-statistik = 4,038; p = 0,000), Visibilitas Influencer (koefisien = 0,209; T-statistik = 3,747; p = 0,000), dan Perilaku Konsumen (koefisien = 0,333; T-statistik = 4,144; p = 0,000) masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap E-Procurement. Kualitas Konten juga terbukti memediasi secara signifikan ketiga hubungan tersebut (H4: p = 0,029; H5: p = 0,030; H6: p = 0,000). Nilai R² sebesar 0,613 menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan 61,3% variasi pada E-Procurement. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antara algoritma platform, visibilitas konten kreator, dan perilaku pengguna digital memiliki peran strategis dalam mendorong efektivitas E-Procurement di era digital.
Pengaruh Pembayaran QRIS, Persepsi Manfaat dan Kemudahan Terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa Dengan Kepuasan Pengguna Sebagai Variabel Moderasi Abrar Abdul Aziz; Arifah Hidayati; Veny Puspita
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1023

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembayaran QRIS, persepsi manfaat, dan persepsi kemudahan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa dengan kepuasan pengguna sebagai variabel moderasi. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pesatnya adopsi sistem pembayaran digital di kalangan mahasiswa yang berpotensi memengaruhi pola konsumsi. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei menggunakan kuesioner. Populasi penelitian adalah mahasiswa aktif pengguna QRIS, dengan teknik purposive sampling menghasilkan 176 responden. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembayaran QRIS berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa (koefisien = 0,700; T-statistik = 9,840; p = 0,000). Persepsi manfaat juga berpengaruh positif dan signifikan (koefisien = 0,510; T-statistik = 4,716; p = 0,000). Sementara itu, persepsi kemudahan berpengaruh positif namun tidak signifikan (koefisien = 0,171; T-statistik = 1,062; p = 0,144). Kepuasan pengguna sebagai variabel moderasi tidak terbukti memperkuat atau memperlemah secara signifikan hubungan antara variabel independen dan perilaku konsumtif. Nilai R² sebesar 0,806 menunjukkan kemampuan model yang kuat dalam menjelaskan variasi perilaku konsumtif mahasiswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembayaran QRIS dan persepsi manfaat merupakan faktor dominan yang mendorong perilaku konsumtif mahasiswa di era digital.